Jumat, 15 Mei 2026

Anggaran Dipangkas, Kementerian PU Cuma Punya Rp 7 Triliun untuk Proyek Infrastruktur

Penulis : Erfan Ma’ruf
31 Jan 2025 | 20:44 WIB
BAGIKAN
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan tol Serang-Panimbang seksi II di Simpang Susun Cikulur, Lebak, Banten, Rabu (29/1/2025). (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan tol Serang-Panimbang seksi II di Simpang Susun Cikulur, Lebak, Banten, Rabu (29/1/2025). (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

JAKARTA, investor.id – Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 2025 dipangkas hingga Rp 81,38 triliun dari yang ditetapkan sebelumnya Rp 110,95 triliun. Sehingga total anggaran yang diterima hanya sekitar Rp 29 triliun untuk tahun 2025.

Hal itu sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.

Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti mengatakan, pemangkasan anggaran ini akan berdampak pada pembangunan beberapa infrastruktur yang tertunda pada tahun 2025. Proyek infrastruktur yang dimaksud seperti jalan, bendungan, hingga pembangunan irigasi baru untuk persawahan.

ADVERTISEMENT

“Tentunya terganggu (pemangkasan anggaran). Pembangunan jalan terganggu, bendungan terganggu, irigasi terganggu, bangunan juga terganggu semuanya. Kita harus berbagi yang mana yang kita pilih untuk di prioritaskan,” kata Diana di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (31/1/2025).

Wamen Diana menjelaskan, sisa anggaran Rp 29 triliun itu sebesar 50% digunakan untuk operasional. Artinya alokasi untuk operasional adalah sekitar Rp 14,5 triliun. Kemudian, belanja infrastruktur mendapat porsi 24% atau sekitar Rp 7 triliun. Sisanya sekitar Rp 7,5 triliun atau mencakup 26% untuk pembayaran PHLN (Pinjaman Hibah Luar Negeri) dan SBSN, dan HLN (Hibah Luar Negeri).

Kan kita harus berbagi yang mana yang kita pilih untuk diprioritaskan, karena yang harus dijalankan untuk yang HLN karena sudah committed, kemudian SBSN juga sudah committed juga. Nah kalau yang itu tidak bisa diganggu gugat,” kata Diana.

Disamping itu, Diana juga menyatakan bahwa belanja pegawai tidak dapat diganggu sebagai pos efisiensi penggunaan anggaran. Sehingga salah satu program yang akan diefisienkan adalah pembangunan infrastruktur.

“Kalau pegawai tetap (tidak ada efisiensi. Tidak mungkin kan kalau tidak digaji,” pungkas Diana

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia