Pembangunan Sekolah hingga Jembatan Dihentikan, Akibat Efisiensi Anggaran Prabowo
JAKARTA, investor.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengaku kebijakan efisiensi belanja menyebabkan anggaran Kementerian PU anjlok dari Rp 110,95 triliun menjadi 29,57 triliun. Penurunan anggaran senilai Rp 81,38 triliun tentu berdampak pada proyek-proyek yang sebelumnya direncanakan.
Dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI, pada Kamis (6/2/2025), Dody menjelaskan, dampak pertama di lingkup sumber daya air (SDA), alokasi anggarannya dipangkas sebesar Rp 27,72 triliun. Sejumlah pembangunan infrastruktur SDA ditangguhkan, termasuk di antaranya pembangunan 14 unit bendungan.
“Kegiatan-kegiatan membangun 14 unit bangunan, satu bangunan pengarah bendungan, serta revitalisasi danau dan situ,” kata Dody di Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2025).
Efisiensi belanja juga akan berdampak pada pembangunan 9.550 hektare dan rehabilitasi 29.000 hektare jaringan irigasi, pembangunan prasarana air baku dengan kapasitas 1,25 meter kubik per detik, pembangunan pengendali banjir 19 kilometer pengaman pantai 4,5 km, serta pengendali lahar dan sedimen.
“Operasi pemeliharaan (OP) infrastruktur dan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) pada 12.000 lokasi, pengadaan tanah dan dukungan manajemen, serta teknis lainnya,” ungkap Dody.
Selanjutnya, Dody menyebut efisiensi berdampak pada bidang Bina Marga, dengan nilai anggaran yang kena pangkas Rp 24,83 triliun. Adapun proyek-proyek yang harus lebih efisien antara lain pembangunan jalan 57 kilometer (km), serta peningkatan kapasitas dan preservasi peningkatan jalan sepanjang 1.102 km.
Dampak lain terjadi pada pembangunan dan duplikasi jembatan 5.841 meter, jembatan gantung, dan preservasi jembatan 126.000 meter, pembangunan flyover/underpass dan terowongan 94 meter, pembangunan jalan bebas hambatan jalan tol 7,36 km, preservasi rutin jalan 47.603 km, jembatan 563.402 meter, padat karya 24.600 tenaga kerja, serta dukungan teknis dan manajemen.
“Untuk bidang Cipta Karya telah dilakukan efisiensi sebesar Rp 7,75 triliun pada kegiatan-kegiatan sebagai berikut. Pembangunan dan peningkatan SPAM 40 liter per detik, perluasan SPAM di 863 sambungan rumah (SR), dan juga Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Pamsimas 600 lokasi,” ujar Dody.
Sekolah hingga Pasar Gagal Dibangun
Tak sampai disana, penangguhan juga berlaku untuk pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL) untuk 10.240 kepala keluarga, persampahan untuk 9.540 kepala keluarga, dan IBM Sanimas di 1.400 lokasi, LPK di 825 lokasi, dan TPS3R di 100 lokasi, pengembangan kawasan 118,5 hektare, penataan kawasan pariwisata 3,0 hektare, dan IBM PISEW 900 lokasi, bangunan gedung 9 unit, serta penataan bangunan dan lingkungan 13 kawasan.
Di bidang Prasarana Strategis efisiensi dilakukan sebesar Rp 20,69 triliun. Adapun proyek-proyek yang dipaksa melakukan efisiensi antara lain di fungsi pendidikan ada Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pendidikan.
“Terdiri atas sekolah 9.300 unit dan madrasah 2.034 unit. Lalu juga rehabilitasi dan renovasi perguruan tinggi atau keagamaan 9 unit,” beber Dody.
Ada pula dampak ke fungsi permukiman, dengan efisiensi untuk rehabilitasi dan renovasi pasar 2 unit, prasarana olahraga 3 unit, dan prasarana lainnya 4 unit, serta dukungan manajemen dan teknis lainnya.
“Kami juga lakukan efisiensi pada dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya Rp 390 miliar pada item kegiatan layanan manajemen, perencanaan, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), pengawasan, pembinaan konstruksi, dan pembiayaan infrastruktur,” tutupnya.
Seperti yang diketahui, Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025 memangkas anggaran dari kementerian/lembaga (K/L) dan anggaran pemerintah daerah (Pemda).
Kebijakan itu menghasilkan efisiensi belanja senilai Rp 306,69 triliun, yang selanjutnya difokuskan pada sejumlah program seperti makan bergizi gratis (MBG), swasembada pangan, swasembada energi, hingga perbaikan layanan kesehatan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






