Jumat, 15 Mei 2026

2,1 Juta Orang Terancam PHK Buntut Efisiensi Anggaran Infrastruktur

Penulis : Muhammad Farhan
11 Feb 2025 | 19:07 WIB
BAGIKAN
Sejumlah alat berat dioperasikan untuk menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Sejumlah alat berat dioperasikan untuk menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, investor.id – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Andi Rukman Karumpa angkat bicara mengenai kebijakan efisiensi anggaran pemerintah berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dan Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.

Andi mengatakan, dampak pemangkasan anggaran infrastruktur khususnya Kementerian Pembangunan Umum (PU) sebesar 80% atau senilai Rp 81,38 triliun, dapat menimbulkan banyaknya pekerja konstruksi dirumahkan atau mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga 2,1 juta orang.

“Kalau Rp 110 triliun yang dipangkas itu bisa menjadikan pekerja konstruksi pengangguran sebanyak 2,1 juta tenaga kerja,” jelas Andi dalam dialog Investor Market Today di IDTV, Selasa (11/2/2025).

ADVERTISEMENT

Andi bahkan berkelakar, apabila tujuan pemangkasan anggaran infrastruktur oleh pemerintah ditujukan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), justru malah menjadikan orang tua siswa penerima MBG sebagai pengangguran.

“Dengan pengurangan anggaran infrastruktur, kita harus bicara dampaknya. Jangan kita fokus kepada makan bergizi, tetapi kita tidak sadar besok bapak dari siswa yang dikasih makan itu di-PHK. Kaget dong,” ujarnya sembari tersenyum.

2,1 Juta Orang Terancam PHK Buntut Efisiensi Anggaran Infrastruktur
Pekerja menggunakan alat berat saat menyelesaikan penyambungan Jembatan Palu IV di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (27/1/2025). (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Oleh sebab itu, pihaknya menyayangkan langkah pemerintah untuk memangkas anggaran pada sektor konstruksi. Sebab, saat ini Indonesia memiliki banyak proyek infrastruktur yang vital bagi pembangunan bangsa ke depan.

“Ada banyak proyek-proyek yang diprioritaskan pembangunannya yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Itu tidak boleh terhenti,” terang Andi.

Proyek Jalan Tol Disetop

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia