Jumat, 15 Mei 2026

Kepala Daerah Diajak Ikut Wujudkan Swasembada Pangan dalam Retret Magelang

Investor.id
25 Feb 2025 | 21:07 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menyampaikan materi dalam Retret atau Pembekalan Kepala Daerah 2025-2030 yang digelar Kemendagri di Magelang, Selasa, (25/2/2025). (Foto: istimewa)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menyampaikan materi dalam Retret atau Pembekalan Kepala Daerah 2025-2030 yang digelar Kemendagri di Magelang, Selasa, (25/2/2025). (Foto: istimewa)

MAGELANG, investor.id – Para kepala daerah diajak untuk menyukseskan program swasembada pangan, seperti yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto. Peran kepala daerah jadi krusial dalam mempercepat cita-cita swasembada pangan di tengah isu krisis iklim dunia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam Retret atau Pembekalan Kepala Daerah 2025-2030 yang digelar Kemendagri di Magelang pada Selasa, 25 Februari 2025. Menurut dia, pencapaian swasembada pangan tidak akan mungkin terjadi tanpa kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.

“Tidak ada superman dalam pembangunan pertanian Indonesia. Keberhasilan ini hanya bisa diraih dengan kolaborasi antara gubernur, bupati, dan seluruh pihak terkait,” ujar Amaran dalam keterangannya, pada Selasa (25/2/2025).

ADVERTISEMENT

Didampingi Wamentan Sudaryono, Mentan Amran turut menyoroti kolaborasi itu dibuktikan pada saat Indonesia menghadapi dampak El Nino yang sangat besar pada awal 2024, di mana Indonesia sempat mengalami defisit empat juta ton beras. Pemerintah pun menjalankan program pompanisasi secara masif untuk mengatasi kekeringan di berbagai wilayah.

“Namun, berkat upaya bersama antara pemerintah pusat, daerah, serta dukungan TNI dan Polri, kita bisa berhasil tingkatkan produksi,” jelas Amran.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan menegaskan dampak perubahan iklim menjadi ancaman krisis pangan global dan seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak.

“Saat ini, dunia menghadapi tantangan besar. Sebanyak 58 negara mengalami kekurangan pangan, diperparah dengan fenomena iklim seperti El Nino, La Nina, juga kekeringan ekstrim. Jika krisis pangan melanda, negara bisa bubar,” ujar Mentan Amran.

Minta Cepat

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia