Kamis, 14 Mei 2026

Imbas Tarif Trump, UMKM Perkuat Pasar Domestik dan Tingkatkan Promosi Internasional

Penulis : Jamaah
17 Apr 2025 | 11:26 WIB
BAGIKAN
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kudus memamerkan sejumlah produk lokal yang akan dipasarkan secara domestik dan internasional, untuk melawan dampak tarif Trump yang dicanangkan Amerika Serikat (AS). (Foto: B-Universe/ Jamaah)
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kudus memamerkan sejumlah produk lokal yang akan dipasarkan secara domestik dan internasional, untuk melawan dampak tarif Trump yang dicanangkan Amerika Serikat (AS). (Foto: B-Universe/ Jamaah)

KUDUS, investor.id – Industri dalam negeri berpotensi terancam banjir produk impor, imbas kebijakan tarif baru yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Merespons potensi perang dagang itu, produk UMKM lokal asal Kudus, Jawa Tengah meningkatkan kualitas serta berekspansi gencar promosikan even skala internasional.

Langkah ini diambil agar UMKM lokal Kudus dapat bersaing di pasar domestik hingga pasar global. Sebagai conton, sebanyak 20 jenis produk bakal diekspor ke Libya, Afrika Utara pekan depan.

Sejumlah pengusaha mengaku khawatir dengan kebijakan ekonomi tarif Trump, karena berpotensi membuat banjir produk impor di Tanah Air. Meskipun demikian, situasi ini justru menjadi semangat para pelaku UMKM di Kudus untuk berinovasi menghadapi tantangan global.

ADVERTISEMENT

Salah satu pelaku UMKM bernama Rubiyanti mengakui tantangan banjir produk impor bakal mereka hadapi. Untuk itu, strategi kreatifitas pemasaran serta meningkatkan kualitas produk yang menarik agar pasar tetap melirik.

"Kita juga gak mau kalah kreatifitasnya, yang utama untuk mengcreate sebuah produk bagaimana kita mengkolaborasikan sebuah produk. Jadi yang membuat kita bisa bertahan di unik selling point nya," kata Rubiyanti, Kamis (17/4/2025).

Selain memperkuat pasar domestik, momentum kali ini juga dimanfaatkan oleh pelaku UMKM agar produk lokal Kudus mulai berekspansi ekspor menjajaki pasar global. Kali ini sebanyak 20 jenis produk unggulan dipamerkan, di antaranya aneka olahan makanan, kopi, kerajinan tangan, hingga alas kaki bakal meramaikan Tripoli International Fair di Negara Libya, Afrika Utara pada 22-28 April 2025 mendatang.

Dinanti 21 buyer, para pelaku UMKM lokal optimis produk asal Kota Kretek itu bisa mendongkrak pasar di tengah melemahnya ekonomi.

"Karena akhirnya bahan baku ini kan naik semua, sedangkan pangsa pasar akhirnya melemah untuk lokal. Makanya kami ekspansi keluar, bagaimana kita harus belajar keluar dari zona nyaman dengan mencoba menjajaki pasar di Tripoli dan sudah disiapkan 21 buyer di sana," imbuhnya.

Menurut Rubiyanti, sejumlah produk UMKM dari Kudus sudah inden di ekspor ke luar negeri meski pun belum dalam skala besar.

Saat melepas perwakilan UMKM tersebut, Bupati Kudus Samani Intankoris mengatakan pihaknya mendukung langkah para pelaku UMKM Kudus agar bisa bersaing di dunia usaha internasional.

Berbagai langkah menyikapi banjir produk impor akan disiapkan olehnya, supaya produk UMKM lokal Kudus bisa tetap dikenal. Selain beragam pelatihan, pihaknya pun gencar memberikan ruang untuk mengirimkan lebih banyak produk UMKM ke berbagai pameran yang berlevel nasional maupun internasional.

"Ini menjadi kebanggaan bersama, peran pemerintah kita melakukan edukasi dan pendampingan termasuk nanti melakukan pameran entah itu lokal maupun internasional," sambungnya.

Hingga kini, produk UMKM lokal Kudus terus didorong untuk mengikuti event skala Internasional. Pameran Internasional yang sudah diikuti, antara lain pameran KTT G-20 di Bali, pameran internasional UMKM di Singapore, Malaysia, dan Thailand, maupun pameran Tripoli Internasional Fair di Libya, Afrika Utara.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 10 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 18 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 36 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia