Jumat, 15 Mei 2026

Stok Beras Diproyeksi Sentuh 4 Juta Ton pada Mei 2025

Penulis : Prisma Ardianto
22 Apr 2025 | 20:39 WIB
BAGIKAN
Aktivitas buruh bongkar muat beras di Pasar Cipinang, Jakarta Timur, belum lama ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Aktivitas buruh bongkar muat beras di Pasar Cipinang, Jakarta Timur, belum lama ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Stok beras Indonesia yang terefleksi dari cadangan beras pemerintah (CBP) diproyeksi mencapai 4 juta ton pada Mei 2025. Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, stok beras nasional itu menjadi yang tertinggi dalam sejarah Indonesia.

Amran menyebut bahwa stok beras di Gudang Perum Bulog saat ini telah mencapai sekitar 3,36 juta ton. Jumlah itu akan terus naik, dengan perkiraan mencapai 3,7 juta ton di akhir April 2025.

“Kemungkinan pada Mei masuk 4 juta ton, dan itu tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ungkap Mentan Amran saat Rapat Kerja Nasional Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) 2025 di Kantor Kementan Jakarta, Selasa (22/4/2025), seperti dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Persediaan besar ini yang menarik minat Malaysia mengajukan permohonan impor besar dari Indonesia. Sebab, Malaysia saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 40-50% kebutuhan beras. Selain itu, impor beras jadi pilihan strategis bagi untuk menjawab persoalan lonjakan harga besar di negeri jiran tersebut.

Hanya saja, Mentan Amran menyatakan saat ini Indonesia tak bisa memenuhi permintaan tersebut karena tengah menjaga ketersediaan stok beras di dalam negeri.

Stok Beras Diproyeksi Sentuh 4 Juta Ton pada Mei 2025
Ilustrasi: Investor Daily

Di sisi lain, Malaysia mengaku terinspirasi oleh keberhasilan Indonesia dalam menerapkan teknologi pertanian. Malaysia mengajak Indonesia untuk melakukan transfer teknologi pertanian untuk mendorong produksi pangan di wilayahnya.

Mentan Amran menyambut gembira semangat kolaborasi antarnegara Asean. Ia menegaskan bahwa Indonesia sangat terbuka untuk mempererat kerja sama dalam bidang teknologi pertanian, termasuk melalui pelatihan, penelitian bersama, dan demonstrasi penerapan teknologi secara langsung.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 42 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 44 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia