Jumat, 15 Mei 2026

Apindo Usul Indonesia Tiru China, Daripada Hapus TKDN Karena AS

Penulis : Chesa Andini Saputra
5 Mei 2025 | 18:30 WIB
BAGIKAN
Karyawan bekerja di jalur perakitan truk di sebuah pabrik manufaktur kendaraan Jianghuai Automobile Group Corp. (JAC), di Qingzhou, provinsi Shandong, Tiongkok Timur. ( Foto: STR/AFP)
Karyawan bekerja di jalur perakitan truk di sebuah pabrik manufaktur kendaraan Jianghuai Automobile Group Corp. (JAC), di Qingzhou, provinsi Shandong, Tiongkok Timur. ( Foto: STR/AFP)

JAKARTA, investor.id – Kebijakan tarif bea masuk dari Amerika Serikat (AS) memicu ketidakpastian ekonomi global dan mendorong berbagai negara, termasuk Indonesia melakukan kesepakatan bilateral. Namun demikian, pemerintah Indonesia diharapkan tak panik dan malah menggulirkan kebijakan yang tak pro industri dalam negeri.

Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Ajib Hamdani menyampaikan, pemerintah Indonesia sebaiknya tidak mengambil langkah tergesa-gesa dalam merespons ancaman bea masuk dari AS. Indonesia bisa mencontoh China. Pembelajaran ke China yang dimaksud bukan terkait langkah retaliasi, melainkan perihal kebijakan terhadap industri.

“Jangan karena Amerika, kita malah melonggarkan impor, atau tarif Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) akan dihapus. Itu merupakan langkah panik dari pemerintah. Namun, kita justru dapat meniru model negara China,” ujar Ajib, Senin (5/5/2025).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, China kuat dalam segi manufaktur, sektor yang juga menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ajib mengatakan, Indonesia setidaknya dapat mengambil pelajaran dari empat keunggulan yang dimiliki China.

Pertama, biaya energi di China jauh lebih rendah dibanding Indonesia, yang masih menghadapi harga energi yang tinggi. Meski impor energi bisa menjadi opsi dalam negosiasi dengan AS, tetapi berisiko memperburuk neraca perdagangan Indonesia.

Kedua, infrastruktur di China cukup efisien. Rata-rata beban sektor swasta di China tak lebih dari 13%. Sementara di Indonesia masih lebih dari 32%, berdasarkan survei Apindo.

Apindo Usul Indonesia Tiru China, Daripada Hapus TKDN Karena AS
Ilustrasi: Investor Daily

Ketiga, pemerintah China memiliki komitmen untuk mendirikan ekosistem bisnis dengan rantai pasok yang terukur, sehingga nilai tambah itu dapat dirasakan secara maksimal oleh pelaku pasar. “Hal ini membuat kita kesulitan menciptakan efisiensi bisnis atau low economic cost, sehingga membuat kita sulit untuk bersaing,” jelas Ajib.

Keempat, terkait sumber daya manusia (SDM), China tidak pernah menyebutkan SDM mereka murah, melainkan menekankan pada produktivitas tinggi. Menurut Ajib, Indonesia perlu mendorong peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan, penguatan budaya kerja, dan regulasi yang tepat.

Adapun Indonesia masih melakukan negosiasi dagang dengan AS. Meski ada tekanan terkait penghapusan pembatasan non-tarif seperti TKDN, Indonesia memiliki daya tawar yang kuat, salah satunya melalui sejumlah produk mainan populer asal AS yang diproduksi di Indonesia.

Jika tarif timbal balik (reciprocal tariffs) diterapkan, harga produk-produk tersebut dapat melonjak tajam di pasar AS. Sementara itu, pemerintah AS telah memberi sinyal akan mengumumkan sejumlah kesepakatan dagang baru dalam 2-3 pekan ke depan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia