Jumat, 15 Mei 2026

Hilirisasi Nikel Diserang, Industri Nasional Tetap Fokus Keberlanjutan

Penulis : Indah Handayani
17 Mei 2025 | 12:45 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pengolahan nikel. (Foto: Harita Nickel/NCKL)
Ilustrasi pengolahan nikel. (Foto: Harita Nickel/NCKL)

JAKARTA, investor.id – Di tengah keberhasilan program hilirisasi nikel nasional, tekanan dari luar negeri terhadap industri ini justru semakin gencar. Kampanye negatif bertajuk ‘dirty nickel’ kembali mencuat, mengaitkan produk nikel Indonesia dengan isu pencemaran lingkungan. Padahal, sejumlah pelaku industri dalam negeri terus memperkuat komitmen terhadap prinsip keberlanjutan.

Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) Arif Perdanakusumah menilai, tudingan yang berkembang saat ini bukan semata soal lingkungan, tapi bagian dari dinamika persaingan global yang makin terbuka. Apalagi sejak Indonesia menerapkan larangan ekspor bijih nikel dan mendorong hilirisasi pada 2014, posisi Indonesia di pasar nikel global berubah drastis.

"Keberhasilan hilirisasi nikel Indonesia telah mengubah peta rantai pasok global. Tak sedikit negara yang melihatnya sebagai ancaman," ungkap Arif dalam keterangan pers, Sabtu (17/5/2025).

ADVERTISEMENT

Arif menegaskan, program hilirisasi nikel yang dijalankan pemerintah telah menghasilkan manfaat nyata, mulai dari penerimaan negara yang meningkat, penciptaan lapangan kerja, hingga pengembangan teknologi. Bahkan, saat ini Indonesia telah menguasai lebih dari 60% pangsa pasar nikel dunia.

Di sisi lain, lanjut dia, industri hilirisasi dalam negeri juga terus berbenah untuk memenuhi standar lingkungan. Banyak perusahaan yang telah memperkuat penerapan tata kelola lingkungan, sosial, dan korporasi yang baik (ESG), termasuk menjalani proses sertifikasi internasional seperti IRMA (Initiative for Responsible Mining Assurance).

“Pemerintah Indonesia sudah menetapkan regulasi ketat terkait lingkungan. Pelaksanaannya pun diawasi secara berkala. Ini menjadi bukti bahwa industri dalam negeri tidak tutup mata terhadap aspek keberlanjutan,” imbuh Arif.

Industri Nikel RI

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia