Hilirisasi Nikel Diserang, Industri Nasional Tetap Fokus Keberlanjutan
Menurut Arif, kampanye negatif yang menyudutkan industri nikel Indonesia sebagai bagian dari tekanan geopolitik dan perang dagang global. Sebab, keberhasilan Indonesia dalam membangun rantai nilai sendiri telah menggeser posisi sejumlah negara dalam rantai pasok nikel dunia.
Meski demikian, Arif menegaskan bahwa hilirisasi tetap akan berlanjut. FINI mendukung penuh upaya pemerintah dalam menyusun dan menjalankan peta jalan pengembangan industri nikel, termasuk turunannya.
“Negara lain semestinya tidak hanya melihat sisi negatif. Hilirisasi nikel Indonesia justru membuka peluang investasi, mendorong diversifikasi rantai pasok, dan memberi ruang bagi inovasi teknologi ke depan,” pungkasnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler





