Jumat, 15 Mei 2026

Satgas Pangan Periksa 10 Produsen Terkait Kejanggalan Tata Niaga Beras

Penulis : Muhammad Farhan
7 Jul 2025 | 23:16 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman selepas menghadiri rapat kerja (raker) dengan Komisi IV DPR RI pada Senin (7/7/2025).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman selepas menghadiri rapat kerja (raker) dengan Komisi IV DPR RI pada Senin (7/7/2025).

JAKARTA, investor.id - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, Satgas Pangan tengah memeriksa 10 produsen dari 212 merek beras yang diduga melakukan penjualan tidak sesuai standar. Amran mengatakan, pemeriksaan terhadap produsen tersebut akan terus dikembangkan.

Amran menututkan, Kementan dan Satgas Pangan menemukan tiga kejanggalan tata niaga beras beberapa waktu lalu. Sejumlah produsen diketahui sudah mulai mengembalikan harga jual beras konsumen sesuai standar. 

"Hasil investigasi Satgas Pangan bersama Kementerian Pertanian menemukan kejanggalan ada yang volumenya dikurangi, ada yang kualitasnya dikurangi. Harusnya dia beras curah, tetapi ditulis premium," ujar Amran selepas menghadiri rapat kerja (raker) dengan Komisi IV DPR RI pada Senin (7/7/2025).

ADVERTISEMENT

Kendati sudah menyebut ada 212 merek yang diduga melakukan praktik kecurangan, Amran belum mau membuka nama-nama tersebut. Dia hanya menyebut ada 10 produsen merek beras yang sedang diperiksa oleh Satgas Pangan.

"Jadi, nanti kan secara bertahap, kalau kami sudah terima laporan, ada 10 merek sudah dipanggil. Dan kami cross-check langsung sudah dipanggil," tegas Amran. 

Lebih lanjut, Amran menuturkan kerugian konsumen saat ini ditaksir mencapai Rp 99 triliun dari kejanggalan tata niaga beras tersebut.

"Bayangkan, hampir Rp 100 T. Kalau 10 tahun kan, besar itu, Rp 1.000 T. Kalau 5 tahun, Rp 500 T," lugas Amran.

Amran pun menyarankan, bagi masyarakat atau konsumen yang menemukan kejanggalan tata niaga beras, dapat melaporkan ke posko pengaduan yang ada di kantor Kementerian Pertanian.

"Kan ada (posko pengaduan), sudah ada di Pertanian. Kalau ada pengaduan, kami terima," tegas Amran. 

Sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman mengungkapkan adanya anomali penjualan beras di tingkat konsumen. Mentan mengungkapkan terdapat ketidaksesuaian mutu hingga harga tak sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Mentan mengungkapkan anomali penjualan beras tersebut berpotensi merugikan konsumen atau masyarakat hingga hampir mencapai ratusan triliun rupiah. Menurutnya, nilainya mencapai Rp 99,35 triliun.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia