Kamis, 14 Mei 2026

Dari Merek Tiongkok sampai Eropa, Ini Daftar Kendaraan Komersial Impor

Penulis : Bambang Ismoyo
7 Aug 2025 | 10:23 WIB
BAGIKAN
Kebijakan tarif impor sebesar 25 persen yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap mobil dan suku cadang impor memicu kekhawatiran global. (AP Photo/Martin Meissner)
Kebijakan tarif impor sebesar 25 persen yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap mobil dan suku cadang impor memicu kekhawatiran global. (AP Photo/Martin Meissner)

JAKARTA, investor.id - Jumlah kendaraan impor dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU), terutama untuk jenis kendaraan niaga seperti truk, masih tergolong tinggi.

Menurut data yang dikumpulkan dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tercatat sejumlah produsen otomotif dari berbagai negara, termasuk Tiongkok, masih melakukan impor kendaraan dalam bentuk utuh (CBU).

Beberapa di antaranya, seperti produk Toyota yakni tipe Hi-Lux Rangga dengan berbagai seri. Adapun produk Toyota yang diimpor ke Indonesia dalam kondisi CBU sebanyak 1.198 unit di Januari 2025, 1.735 unit di Februari 2025, 1.823 unit (Maret 2025), 1.552 unit (April 2025), 1.404 unit (Mei 2025), 1.347 unit (Juni 2025).

Sehingga, secara keseluruhan Toyota telah mengimpor 9.059 unit sepanjang Januari-Juni 2025.

ADVERTISEMENT

Sementara untuk merek lainnya seperti Mitsubishi tercatat sebanyak 7.334 unit, FAW sebanyak 349 unit, Isuzu sebanyak 121 unit, UD Truck sebanyak 247 unit, serta Hino sebanyak 21 unit.

Sebelumnya, Gaikindo sempat mengungkapkan kinerja penjualan produk-produk kendaraan komersial atau niaga, termasuk jenis truk. Gaikindo membeberkan adanya penurunan penjualan untuk segmen produk tersebut.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara mengungkapkan, kondisi meningkat atau turunnya kinerja penjualan kendaraan niaga sangat bergantung pada kondisi perekonomian nasional.

"Kalau komersial itu tergantung dari proyek-proyek yang ada kalau kemudian ekonominya bangkit komoditi naik, tambang naik, itu biasanya bergulir," kata Kukuh.

"Nah kalau sekarang ini kan sedang sulit ya, kita harapkan dalam waktu singkat kita juga akan bangkit," sambungnya.

Menurut Kukuh, kinerja perekonomian nasional juga sangat bergantung terhadap kebijakan-kebijakan yang diterbitkan oleh Pemerintah, termasuk aturan mengenai kepastian investor untuk menanamkan modal.

Kukuh berharap, untuk semester II 2025 kinerja perekonomian nasional meningkat dan berdampak kepada penjualan produk otomotif, termasuk kendaraan niaga.

"Yang kita singgung adalah kebijakan yang kemudian proinvestor memberikan jaminan jangka panjang, bahwa kebijakan itu sustain," bebernya.

Editor: Gesa Vitara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 22 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 52 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia