Kamis, 14 Mei 2026

Danantara Komitmen Selesaikan Masalah Kereta Cepat Whoosh

Penulis : Bambang Ismoyo
22 Aug 2025 | 17:55 WIB
BAGIKAN
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria saat acara Pesta Rakyat Untuk Indonesia 2025 di Jakarta, Jumat (22/8/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria saat acara Pesta Rakyat Untuk Indonesia 2025 di Jakarta, Jumat (22/8/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai permasalahan pada proyek kereta cepat Whoosh. Hal ini menjadi salah satu prioritas utama dalam rencana kerja Danantara, terutama setelah Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin menyebut proyek ini sebagai “bom waktu”.

Menurut Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan KAI selaku pemegang saham mayoritas PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

“Tentu akan kita bereskan proses itu,” kata Dony saat acara Pesta Rakyat Untuk Indonesia 2025 di Jakarta, Jumat (22/8/2025). Ia menambahkan bahwa penyelesaian masalah ini sudah masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun ini.

Sebelumnya, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa proyek Whoosh menimbulkan beban signifikan bagi perusahaan. KAI mencatat penyerapan kerugian dari proyek kereta cepat Whoosh sebesar Rp 1,24 triliun pada semester I-2025. Meskipun diakui bahwa angka ini lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1,81 triliun.

ADVERTISEMENT

Usulan restrukturisasi proyek Whoosh pun menjadi salah satu program kunci KAI di bawah kepemimpinan Bobby. Ia mengaku masih membutuhkan waktu untuk meninjau detail permasalahan ini sebelum membahasnya lebih lanjut dengan Danantara.

Kini, Danantara memastikan akan segera mengambil langkah untuk menertibkan proyek strategis nasional tersebut. "Kemarin kan juga dirut KAI sudah menyampaikan di DPR ya. Akan kita selesaikan segera, dan termasuk ke dalam RKAP kita tahun ini," pungkas Dony.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 28 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 58 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia