Jumat, 15 Mei 2026

Kejar Swasembada, Begini Target Produksi Pangan 2026

Penulis : Muhammad Farhan
3 Sep 2025 | 17:56 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (tengah) saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (3/9/2025). (Foto: Kementan)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (tengah) saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (3/9/2025). (Foto: Kementan)

JAKARTA, investor.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan target produksi pangan strategis untuk tahun 2026 sebagai bagian dari upaya melanjutkan program swasembada pangan. Target ini merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk meniadakan ketergantungan impor dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Mentan Amran mengatakan, peningkatan produksi komoditas pangan ditujukan agar mensubstitusi impor dan mengutamakan ekspor. Selain itu, Kementerian Pertanian mendorong pengembangan hilirisasi komoditas strategis guna menciptakan nilai tambah seperti penciptaan lapangan pekerjaan sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dalam rangka menjaga keberlanjutan swasembada pangan, rancangan program prioritas Kementerian Pertanian tahun 2026 di antaranya adalah peningkatan produksi komoditas strategis termasuk padi, jagung, telur, susu dan daging sapi,” jelas Mentan Amran saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (3/9/2025).

Di samping produksi pangan, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PAN, Heri Dermawan memandang perlunya penyesuaian harga pangan, khusus beras. Harapannya, harga beras nasional bisa lebih stabil dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Saya apresiasi di tengah situasi seperti ini, laporan yang saya terima bahwa Kementan bisa menjaga harga-harga bahan pokok penting tetap stabil. Bahkan untuk beras cenderung ada yang terkoreksi, walaupun belum menyeluruh, mudah-mudahan secepatnya bisa dikoreksi semuanya,” kata Heri dalam kesempatan yang sama.

Heri juga memuji program prioritas yang telah disiapkan Kementan di tahun 2026. Ia menilai program Kementan sangat komprehensif dan relevan untuk menjawab kebutuhan nasional, termasuk upaya peningkatan produksi padi, jagung, dan komoditas strategis, termasuk daging telur dan susu; cetak sawah dan optimalisasi lahan; penyediaan air untuk pertanian; penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian, pupuk bersubsidi; penyuluhan dan regenerasi petani; serta hilirisasi.

“Saya membaca program prioritas Kementan di tahun 2026 ini sangat luar biasa. Kalau ini bisa tercapai, makmur lah kita. Saya rasa kebangkitan swasembada pangan pasti akan segera tercapai,” ucap Heri.

Berikut target pemerintah terkait produksi beberapa komoditas pangan utama pada tahun 2026:

  • Beras: 33,8 juta ton

  • Jagung: 22,70 juta ton

  • Kedelai: 343 ribu ton

  • Cabai: 3,08 juta ton

  • Bawang Merah: 2 juta ton

  • Kopi: 786 ribu ton

  • Kakao: 633 ribu ton

  • Kelapa: 2,89 juta ton

  • Daging Sapi/Kerbau: 514,07 ribu ton

  • Daging Ayam: 4,34 juta ton

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia