Indonesia Mau Tanam Gandum Sendiri, Bahkan Targetkan Bisa Ekspor Tepung
JAKARTA, investor.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa total kuota impor gandum Indonesia saat ini telah mencapai 12 juta ton. Tetapi ia optimistis Indonesia memiliki potensi untuk memproduksi gandum sendiri hingga satu juta ton di sejumlah wilayah.
“Impor gandum kita itu sudah mencapai 12 juta ton,” jelas Amran dalam dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI, Rabu (3/9/2025).
Namun demikian, pemerintah juga memiliki strategi untuk menekan ketergantungan impor gandum dengan meningkatkan produksi di dalam negeri.
Mentan Amran menyebut potensi produksi gandum satu juta ton di pulau Sumatra, khususnya di provinsi Riau, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Barat. Lahan telah ditinjau langsung berada di ketinggian di atas 800 meter di atas permukaan laut.
Selain Sumatra, uji coba produksi gandum juga sudah dilakukan di Sulawesi Selatan. Saat ini, Kementerian Pertanian berencana untuk melakukan uji coba skala besar, setelah uji coba awal berhasil mencapai 5 ton.
Baca Juga:
Impor Turun 5,86% pada Juli 2025“Ternyata disana sudah dicoba, ada di Sulsel juga dicoba. Produksinya 5 ton, kami mau mencoba 3.000 ribu ton. Mudah-mudahan ini berhasil,” jelas Amran.
Di sisi lain, ia juga mengungkapkan visinya untuk menjadikan Indonesia tidak hanya swasembada gandum, tetapi juga sebagai eksportir produk olahan seperti tepung. Untuk mencapai target ini, Kementan akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan mengirimkan tim untuk belajar dari ahli pertanian di Australia dan Yordania.
Ia mencontohkan keberhasilan Brasil, negara tropis yang sama-sama bisa memproduksi gandum hingga sembilan ton per hektare, sebagai bukti bahwa swasembada gandum di Indonesia bukanlah hal yang mustahil.
“Dan hasilnya bisa kita ekspor, hasil produksi dari tepung, terigu, dan seterusnya, kita ekspor sebagian. Itu target kami. Brazil sekarang sudah bisa tanam gandum dan mereka berhasil produksi sembilan ton. Kita sama-sama negara tropis,” jelas Amran.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






