Jusuf Hamka Jelaskan Alasan CMNP Dapat Konsesi Cawang-Pluit Tanpa Lelang
JAKARTA, investor.id - Pemegang saham PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Jusuf Hamka menjelaskan alasan pemerintah menyerahkan konsesi jalan Tol Cawang-Pluit ke CMNP dan tidak melalui lelang. Jusuf menegaskan, Tol Cawang-Pluit bukan proyek baru, melainkan penambahan ruang lingkup dari proyek sebelumnya yang sudah kelebihan kapasitas.
"Yang namanya dilelang adalah investasi baru, kalau kami meminta (membuat) jalan. Tapi kalau kami diminta, itu adalah karena over kapasitas. Priok itu penuh sekali, macet dan tidak nyaman, kalau kita dari Priok ke Pluit bisa 1,5 jam," ujar Jusuf Hamka dikutip Rabu (17/9/2025).
Jusuf Hamka alias Babah Alun menceritakan permintaan untuk konsesi Cawang-Pluit sejak 2013. Dia menyebutkan, permintaan ini bukan ujug-ujug melainkan disertai komitmen investasi. Permintaan pertama datang dari BPJT pada 2013, dilanjutkan lagi pada 2015, 2017, dan 2018 saat forum Bank Dunia dengan IMF di Bali.
"Kami menandatangani investasi yaitu Rp 17 triliun di sana, satu miliar dolar AS kurang lebih," tegasnya.
Selanjutnya, pada 2019, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum meminta pendapat hukum dari Jaksa Agung Muda dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) terkait soal penunjukan kepada CMNP untuk menambah kapasitas ruas jalan tol ini.
Setelah legal opinion (LO) dari Kejaksaan ini diteken, kata dia, baru diterbitkan konsesi perpanjangan tol Cawang-Pluit.
"Jadi setelah keluar LO baru 13 bulan kemudian, terbitlah perpanjangan kepada kami, tapi dengan catatan bukan perpanjang begitu saja," jelas Jusuf Hamka.
Pengusaha jalan tol ini menegaskan, baginya permintaan klarifikasi oleh Kejaksaan Agung bukan masalah. Dia mengaku justru senang CMNP diperiksa Kejagung agar membuat persoalan ini jelas dan tuntas. Ia menduga ada pihak yang tidak senang dengan dirinya ataupun CMNP.
Namun, ia menegaskan, tidak ada uang negara atau kerugian yang dialami negara dari perpanjangan konsesi tol Cawang-Pluit.
"Ini gak pakai uang APBN lho, seperak pun gak ada uang APBN supaya tahu. Kalau ada uang APBN, negara dirugikan, bisa saja didorong-dorong menjadi seolah ini korupsi," pungkas Jusuf Hamka.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






