Kamis, 14 Mei 2026

Kandungan Etanol 3,5% Perkuat Standar BBM, Dorong Transisi Energi

Penulis : Yurike Metriani
3 Okt 2025 | 19:01 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi ethanol. (Istimewa)
Ilustrasi ethanol. (Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Campuran etanol 3,5% dalam BBM Pertamina dipastikan masih aman dan sesuai standar internasional. Penegasan ini disampaikan Ketua Umum Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia (IKABI) sekaligus inisiator Program Studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi ITB Tatang Hernas Soerawidjaja.

World-wide Fuel Charter menyatakan bensin boleh mengandung oksigen maksimal 2,7 persen berat. Kalau etanol biasanya hanya bisa dicampurkan hingga sekitar 5 persen volume agar tetap memenuhi syarat. Jadi kandungan 3,5 persen volume di Pertamina masih aman dan sesuai standar,” jelas Tatang di Jakarta, Jumat (3/10).

Menurutnya, kandungan tersebut justru tergolong rendah bila dibandingkan praktik global.

“Di Brasil, bensin dicampur dengan bioetanol hingga kadar minimal 20 persen volume. Di sana ada mobil berbahan bakar fleksibel, kadar bioetanolnya bisa dari 20 hingga 95 persen volume. Kendaraan dilengkapi instrumen pendeteksi kadar bioetanol di dalam tangki dan otomatis menyesuaikan perbandingan udara dan uap bahan bakar yang tepat,” terangnya.

ADVERTISEMENT

Tatang juga menegaskan bahwa bahan bakar beroksigen seperti bioetanol dan MTBE terbukti meningkatkan angka oktan dan membuat emisi gas buang lebih bersih.

“Di negara-negara yang polusi udaranya sudah berat, pencampuran etanol bahkan diwajibkan oleh peraturan negara untuk menurunkan emisi kendaraan bermotor,” kata Tatang.

Ia menilai langkah Indonesia mencampur etanol 3,5% pada BBM sebagai titik awal yang positif.

“Masih tergolong sangat rendah dibandingkan tren global, tapi ini awal yang baik. Pemerintah bisa mulai dengan 5 persen volume lalu meningkatkannya, sambil mempersiapkan kehadiran flexible-fuel vehicle agar transisi lebih mulus,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan bioetanol di sektor transportasi merupakan langkah strategis mendukung target net zero emission 2060.

“Bioetanol berkontribusi positif pada pencapaian net-zero emission tersebut. Mendukung pemanfaatan bioetanol di sektor transportasi itu ‘fardu-ain’, artinya wajib kita lakukan bersama pemerintah, industri, dan masyarakat,” tegasnya.

Kehadiran bioetanol dalam BBM dinilai bukan hanya menambah angka oktan, tetapi juga membuka peluang baru bagi sektor pertanian dan energi terbarukan. Jika diatur dan diawasi dengan baik, ini akan mengurangi ketergantungan impor minyak mentah, meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik, dan mendukung agenda transisi energi nasional.

Editor: Yurike Metriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 40 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 51 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia