Kontrak ExxonMobil Diperpanjang hingga 2055, Investasi Tambah US$ 10 Miliar
WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Indonesia akan memperpanjang kontrak pengelolaan Blok Cepu bagi perusahaan asal Amerika Serikat, ExxonMobil Cepu Limited, hingga tahun 2055. Sebagai imbal balik atas perpanjangan tersebut, ExxonMobil harus berkomitmen menambah investasi sebesar US$ 10 miliar atau setara Rp 168 triliun (asumsi kurs Rp 16.800 per dolar AS).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi nyata dari Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang telah ditandatangani Indonesia dan AS. Kontrak ExxonMobil yang sedianya berakhir pada 2035, kini dipastikan berlanjut dua dekade lebih lama.
“Kita akan memperpanjang sampai dengan 2055 dengan total investasi kurang lebih menambah US$ 10 miliar,” ucap Bahlil dalam konferensi pers, Jumat (20/2/2026).
Selain komitmen investasi, Bahlil menyebutkan adanya penyesuaian dalam skema bagi hasil pada Production Sharing Contract (PSC) di Blok Cepu. Pemerintah saat ini tengah merampungkan rincian teknis terkait pembagian pendapatan antara negara dan kontraktor.
“Ada beberapa hal yang harus kita clear-kan, termasuk didalamnya adalah sharing cost recovery antara pendapatan negara dan pendapatan K3S (Kontraktor Kontrak Kerja Sama). Sebentar lagi akan selesai,” urai Bahlil.
Eksistensi ExxonMobil di Indonesia yang telah mencapai lebih dari satu abad menjadikannya mitra strategis di sektor migas. Saat ini, Blok Cepu merupakan salah satu kontributor terbesar bagi produksi minyak siap jual (lifting) nasional selain PT Pertamina.
Blok Cepu menyumbang hingga 30% dari total lifting minyak nasional. “Mereka adalah salah satu penyumbang lifting terbesar selain Pertamina. Hari ini lifting mereka kurang lebih sekitar 170.000 sampai 185.000 barel,” pungkas Bahlil.
Perpanjangan kontrak ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan iklim investasi yang stabil, guna mengoptimalkan produksi migas di tengah upaya pemerintah mengejar target kemandirian energi nasional.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





