Kamis, 14 Mei 2026

Pimpin Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14, Menko Airlangga Dorong Tindak Lanjut Kerja Sama Sektor Prioritas Indonesia-Rusia

Penulis : Gesa Vitara
13 Mei 2026 | 12:55 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama Perdana Menteri (First Deputy Prime Minister) Federasi Rusia, Denis Manturov dalam penyelenggaraan Kazan Forum 2026. (Kemenko Perekonomian/Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama Perdana Menteri (First Deputy Prime Minister) Federasi Rusia, Denis Manturov dalam penyelenggaraan Kazan Forum 2026. (Kemenko Perekonomian/Istimewa)

KAZAN, investor.id - Dalam rangka memperkuat keterlibatan ekonomi Indonesia di kawasan Eurasia serta mendukung persiapan implementasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia-EAEU FTA), Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Federasi Rusia menyelenggarakan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik, pada Selasa (12/5) di Kazan, Federasi Rusia. Pertemuan yang dilaksanakan di sela-sela penyelenggaraan Kazan Forum 2026 ini dipimpin secara bersama (Co-Chairs) oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama Perdana Menteri (First Deputy Prime Minister) Federasi Rusia, Denis Manturov.

Penyelenggaraan SKB ke-14 Indonesia-Rusia merupakan acara tahunan dan menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah kemitraan ekonomi kedua negara di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus menindaklanjuti arahan Pemimpin kedua negara pasca pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada 13 April 2026.

“Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk meninjau perkembangan implementasi kerja sama bilateral sekaligus membahas berbagai isu prioritas dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia,” jelas Menko Airlangga.

ADVERTISEMENT

Pada Sidang Pleno ini dibahas perkembangan hubungan ekonomi bilateral kedua negara, sekaligus membahas agenda prioritas ke depan, khususnya pada sektor perdagangan dan investasi, pertanian dan perikanan, energi, industri, pendidikan tinggi dan sains, serta penguatan keterlibatan antar pelaku usaha.

Selanjutnya, Menko Airlangga menegaskan bahwa penyelenggaraan SKB ke-14 Indonesia-Rusia mencerminkan kesinambungan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang lebih konkret dan saling menguntungkan. Hal ini sejalan dengan momentum peringatan 76 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara yang jatuh pada tahun ini.

“SKB ke-14 ini juga menjadi platform penting untuk memastikan bahwa kemitraan strategis Indonesia dan Rusia dapat ditindaklanjut ke praktik ekonomi yang lebih nyata. Terlebih di tengah tatanan dan dinamika global saat ini, Indonesia mendorong kerja sama yang berorientasi pada kepentingan bersama, salah satunya melalui pemanfaatan Indonesia-EAEU FTA,” ujar Menko Airlangga.

Sementara itu, DPM Manturov mendorong kembali partisipasi aktif bagi pengembangan kerja sama kedua negara di masa mendatang, meningkatkan berbagai pencapaian kerja sama yang telah dicapai, dan terus berkomitmen untuk mencari potensi yang dapat lebih dikembangkan ke depan.

Pada sektor perdagangan, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti menyampaikan bahwa hubungan perdagangan Indonesia dan negara-negara EAEU terus menunjukkan perkembangan positif, dan terdapat peluang luas akses pasar bagi berbagai produk unggulan nasional seperti produk sawit atau kelapa.

Pemerintah Indonesia juga tengah menjalankan proses ratifikasi Indonesia-EAEU FTA, serta mendorong pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-EAEU sebagai wadah mempererat konektivitas antarpelaku usaha kedua pihak.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung juga menyampaikan perkembangan kerja sama bidang energi antara Indonesia dan Rusia. Sesuai kebutuhan nasional, Pemerintah Indonesia terus mendorong penambahan kapasitas pembangkit listrik nasional dengan fokus pada pengembangan energi bersih dan penguatan ketahanan energi nasional.

Lebih lanjut, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras sebagai bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kapasitas produksi domestik, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Indonesia dan Rusia memiliki kemitraan yang bersifat alami dan saling melengkapi, dan terdapat banyak peluang penguatan kerja sama sektor pertanian termasuk peningkatan perdagangan produk pertanian.

Sebagai penutup, Menko Airlangga menegaskan bahwa hasil SKB ke-14 Indonesia-Rusia perlu ditindaklanjuti oleh sembilan Working Groups (WG) di bawah kerangka SKB.

“Indonesia berkomitmen terus mendorong agar semua WG di bawah kerangka SKB ini dapat menindaklanjuti agenda kerja sama, agar isu-isu teknis dapat segera diselesaikan, dan hasil pertemuan ini memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat kedua negara,” pungkas Menko Airlangga.

Pemerintah Indonesia juga mengundang DPM Manturov dan Delegasi Rusia untuk ikut berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Turut hadir mendampingi pada pertemuan SKB ke-14 ini yakni Duta Besar RI untuk Federasi Rusia Jose Antonio Morato Tavares, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga, Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Punjul Nugraha, serta perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, KADIN dan APINDO, serta perwakilan pelaku usaha.

Editor: Gesa Vitara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 35 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 46 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia