Kamis, 14 Mei 2026

Impor Bahan Baku Plastik dari AS Masuk Pertengahan Mei

Penulis : Prisma Ardianto
13 Mei 2026 | 21:35 WIB
BAGIKAN
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (18/2/2026). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (18/2/2026). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan impor bahan baku utama biji plastik berupa nafta dari Amerika Serikat akan tiba di Indonesia pada pertengahan Mei 2026. Kebijakan impor ini guna memastikan pasokan industri manufaktur plastik nasional yang sebelumnya menghadapi keterbatasan bahan baku akibat tekanan rantai pasok global.

“Pertengahan Mei sampai ya, nanti saya update lagi ya,” kata Budi di Jakarta, seperti dikutip dari Antara pada Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, impor yang dijadwalkan tiba pada pertengahan Mei berasal dari Amerika Serikat. Sebelumnya, pemerintah juga sempat mencari alternatif pasokan dari negara lain seperti India dan negara-negara di Afrika untuk mengantisipasi kebutuhan industri.

ADVERTISEMENT

“Dari Amerika. Kemudian kemarin cari solusinya dari India sama Afrika, tapi yang pertengahan Mei itu, ya dari Amerika,” ujarnya.

Pemerintah terus memantau perkembangan pasokan bahan baku guna memastikan keberlangsungan produksi industri plastik dalam negeri tetap terjaga. Budi menegaskan, kebijakan impor dilakukan untuk menjaga stabilitas rantai pasok industri dan memastikan aktivitas produksi nasional tidak terganggu di tengah ketatnya persaingan global mendapatkan bahan baku.

Ia menambahkan, Kementerian Perdagangan akan terus memperbarui informasi terkait realisasi impor dan perkembangan pasokan bahan baku plastik dalam waktu mendatang. Meski membuka opsi impor, pemerintah tetap mendorong peningkatan kapasitas produksi dalam negeri agar ketergantungan terhadap pasokan luar negeri dapat dikurangi secara bertahap.

Impor Bahan Baku Plastik dari AS Masuk Pertengahan Mei
Pohon industri petrokimia. (Ilustrasi: Investor Daily)

Sebelumnya, pemerintah aktif mencari alternatif negara pemasok bahan baku plastik guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar domestik. Selama ini, bahan baku utama biji plastik berupa nafta banyak dipasok dari kawasan Timur Tengah. Namun, situasi global membuat jalur pengapalan menjadi lebih panjang dan kompetisi antarnegara untuk memperoleh bahan baku semakin ketat.

Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan terus berkoordinasi dengan pelaku industri dan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk membuka akses terhadap sumber pasokan baru.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 28 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 39 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia