Kamis, 14 Mei 2026

Harga Emas Lesu Jelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Penulis : Indah Handayani
13 Mei 2026 | 09:46 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan dan perhiasan
sumber;  hamiltonleen dari Pixabay
Ilustrasi emas batangan dan perhiasan sumber; hamiltonleen dari Pixabay

JAKARTA, investor.idHarga emas dunia bergerak lesu pada perdagangan Rabu (13/5/2026) di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang pertemuan penting Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.

Dikutip dari Reuters, selain menunggu hasil KTT AS-China, investor juga masih memantau perkembangan konflik Timur Tengah, khususnya ketegangan terkait Iran dan Selat Hormuz.

Harga emas hari ini terlihat turun 0,338% ke level US$ 4.697,49 per ons troi saat berita ditulis. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS pengiriman Juni malah naik 0,4% ke level US$ 4.705,55 per ons troi.

ADVERTISEMENT

Trump pada Selasa (12/5/2026) menyatakan, tidak membutuhkan bantuan China untuk mengakhiri perang dengan Iran meski peluang tercapainya perdamaian permanen semakin menipis.

Di sisi lain, Iran dilaporkan memperketat kontrol terhadap Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, Trump dan Xi Jinping akan membahas perang Iran dalam pertemuan pekan ini. Washington juga meminta Beijing mendukung upaya pembukaan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Pasar Tunggu The Fed

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 28 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 60 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia