Kamis, 14 Mei 2026

KETR Terbitkan Obligasi Rp 220 M, Bangun Kabel Laut Merindo

Penulis : Emanuel Kure
12 Mei 2026 | 16:17 WIB
BAGIKAN
Kapal Penggelar Kabel Fiber Optik Bawah Laut CLV Bentang Bahari milik PT Ketrosden Triasmitra, Tbk (KETR) sedang melakukan transfer kabel ke kapal LCT dalam proses penggelaran kabel fiber optik bawah laut. (FOTO: IST)
Kapal Penggelar Kabel Fiber Optik Bawah Laut CLV Bentang Bahari milik PT Ketrosden Triasmitra, Tbk (KETR) sedang melakukan transfer kabel ke kapal LCT dalam proses penggelaran kabel fiber optik bawah laut. (FOTO: IST)

JAKARTA,investor.id- PT Ketrosden Triasmitra, Tbk (KETR), perusahaan infrastruktur kabel laut, mengumumkan penerbitan obligasi senilai Rp 220 miliar untuk membangun Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Median Ring Indonesia (Merindo) di Indonesia Tengah. Proyek ini akan memperkuat konektivitas digital di kawasan yang menghubungkan pusat ekonomi dan pariwisata strategis.

Adapun obligasi ini meraih instrument rating tertinggi idAAAcg (Triple A; Corporate Guarantee) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang menunjukkan kemampuan kuat dalam memenuhi kewajiban finansial.

Sementara, untuk memberikan keamanan maksimal bagi investor, obligasi dijamin penuh oleh GuarantCo, bagian dari Private Infrastructure Development Group (PIDG), sebuah lembaga penjaminan internasional yang fokus pada proyek infrastruktur di pasar berkembang.

ADVERTISEMENT

Obligasi ini terbagi atas 3 kupon yang terdiri dari Seri A dengan kupon sebesar 6,70% tenor 3 tahun, Seri B dengan kupon sebesar 7,00% tenor 5 tahun, dan Seri C dengan kupon sebesar 7,25% tenor 10 tahun.

“Dana Rp 220 miliar ini adalah investasi untuk masa depan Indonesia Tengah. Kami akan membangun SKKL Merindo yang menghubungkan pusat ekonomi dan pariwisata strategis, membawa konektivitas berkualitas tinggi ke kawasan yang selama ini masih membutuhkan penguatan infrastruktur digital,” kata Direktur Utama KETR Titus Dondi Patria dalam keterangan resminya, Selasa (12/5/2026).

Diketahui, penerbitan obligasi Rp 220 miliar ini merupakan tahap pertama dari program pembiayaan berkelanjutan senilai Rp 730 miliar yang dirancang untuk mempercepat pembangunan sistem kabel laut di Indonesia.

SKKL Merindo akan menjadi proyek sistem kabel laut yang akan dikembangkan oleh Triasmitra setelah proyek Rising 8 yang menghubungkan Jakarta-Batam-Singapura, memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi terintegrasi.

Dana Rp 220 miliar akan dialokasikan untuk dua anak usaha Triasmitra, yakni PT Jejaring Mitra Persada (JMP) dan PT Triasmitra Multiniaga Internasional (TMI). JMP akan menggunakan dana untuk survei laut dan pengadaan material pembangunan SKKL Merindo, sementara TMI akan menggunakannya untuk biaya operasional pemeliharaan kabel yang sudah beroperasi.

Titus menjelaskan, SKKL Merindo dirancang untuk mengatasi kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia Tengah. Proyek ini akan menghubungkan wilayah strategis yang selama ini masih memerlukan penguatan konektivitas, membuka peluang pengembangan ekonomi digital, mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkuat backbone telekomunikasi nasional. Penggelaran kabel dijadwalkan dimulai pada 2027.

“Dengan penerbitan obligasi ini, kami menghadirkan solusi infrastruktur telekomunikasi yang mendukung pemerataan akses digital dan pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan yang masih memerlukan penguatan konektivitas,” ucap Titus.

Editor: Emanuel

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 17 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 49 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 58 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 60 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia