Kamis, 14 Mei 2026

Kinerja Gemilang, MDLA Tebar Dividen Tunai Rp 176 Miliar

Investor.id
12 Mei 2026 | 16:57 WIB
BAGIKAN
RUPS Tahunan PT Medela Potentia Tbk (MDLA). (Medela Potentia)
RUPS Tahunan PT Medela Potentia Tbk (MDLA). (Medela Potentia)

JAKARTA, investor.id – Kinerja Perseroan gemilang, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Medela Potentia Tbk (MDLA) setujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 176,56 miliar.  Angka ini setara dengan 45 persen dari laba bersih Rp 398,1 miliar yang dicetak sepanjang tahun lalu.

Sekretaris Perusahaan MDLA, Wimala Widjaja, menyebut pembagian dividen ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk secara konsisten memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.

“Perseroan mempertahankan dividen reguler sebesar 40 persen dari laba bersih, sekaligus menambahkan dividen tambahan sebesar 5 persen. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp 12,6 per saham, meningkat 28,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Wimala.

Pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada 17 Juni 2026, dengan Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi pada 22 Mei, Cum Dividen di Pasar Tunai 26 Mei, Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi 25 Mei, Ex Dividen di Pasar Tunai 29 Mei, dan Recording Date 26 Mei. 

ADVERTISEMENT

RUPST yang digelar pada 12 Mei 2026 juga menyetujui pengunduran diri Krestijanto Pandji dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk, dan mengangkat Juliwaty sebagai Direktur Utama Perseroan. Transisi kepemimpinan ini menjadi salah satu langkah strategis MDLA dalam menjaga kesinambungan kinerja dan memperkuat arah pertumbuhan jangka panjang.

Sebelumnya, Juliwaty adalah Direktur Utama PT Anugrah Argon Medica (AAM) yang merupakan entitas anak PT Medela Potentia Tbk, dengan pengalaman panjang di industri kesehatan. Bersama dengan Wimala Widjaja dan Edbert Orotodan di jajaran Dewan Direksi, susunan punggawa baru ini diharapkan dapat melanjutkan kepemimpinan sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan dalam menghadapi dinamika industri kesehatan. Sementara itu di jajaran Dewan Komisaris, Stanley Ch. Budihardja bertindak sebagai Komisaris Utama dan Lukas Setia Atmaja sebagai Komisaris Independen. 

“Pergantian kepemimpinan ini diharapkan dapat semakin memperkuat fondasi organisasi serta mendorong akselerasi strategi bisnis Perseroan secara berkelanjutan,” ungkap Wimala. 

Menjaga Ketahanan, Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun ini, Medela Potentia terus memperkuat fondasi bisnis melalui pengembangan infrastruktur distribusi nasional, termasuk rencana peresmian gedung dan gudang baru cabang PT Anugrah Argon Medica (AAM) di Medan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan jangkauan layanan distribusi farmasi di wilayah barat Indonesia.

Perseroan juga telah merealisasikan penambahan tiga prinsipal baru pada kuartal I 2026 sebagai bagian dari strategi penguatan portofolio dan peningkatan daya saing. Eksplorasi peluang penambahan prinsipal baru secara selektif dan berkelanjutan dilakukan untuk memperluas cakupan produk, memperkuat kemitraan strategis, serta mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Dalam pengembangan bisnis alat kesehatan, MDLA tengah menjajaki kolaborasi dengan perusahaan alat kesehatan global sebagai bagian dari diversifikasi bisnis dan peningkatan nilai tambah portofolio. Investor Relations Director PT Medela Potentia Tbk, Harris Lesmana, menyebut langkah-langkah tersebut adalah bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.

“Perseroan terus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui pengembangan infrastruktur distribusi, penambahan prinsipal, serta penjajakan kerja sama strategis di bisnis alat kesehatan dengan mitra global untuk menghadirkan produk berkualitas yang diproduksi di dalam negeri,”  Harris.

Kinerja yang solid ditunjukkan oleh Medela sepanjang kuartal pertama 2026. Pendapatan tumbuh positif 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga mendorong laba periode berjalan naik 7,4 persen menjadi Rp119,32 miliar. Ini didorong oleh kinerja penjualan produk farmasi dan efisiensi operasional di seluruh jaringan distribusi.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, MDLA berhasil mengantongi penjualan neto Rp 4,03 triliun hingga 31 Maret 2026, meningkat dibandingkan Rp 3,9 triliun yang dicatatkan pada kuartal I 2025.

Penjualan produk farmasi menjadi kontributor utama dengan Rp 3,26 triliun, lebih tinggi dari Rp 2,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu penjualan alat kesehatan mengkontribusikan Rp 394,5 miliar, dan produk kesehatan Rp 380,2 miliar.

Perseroan juga terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh kegiatan operasional. Pada aspek lingkungan, MDLA melalui entitas anak PT Anugrah Argon Medica (AAM) telah mulai menggunakan armada mobil listrik untuk kegiatan distribusi farmasi, melanjutkan inisiatif sebelumnya melalui pengoperasian 106 unit motor listrik di 15 cabang yang tersebar di 13 kota.

Pada aspek sosial, MDLA akan melanjutkan program cek kesehatan gratis di berbagai kota di Indonesia sebagai bagian dari kontribusi dalam upaya pencegahan penyakit kronis dan peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Sementara itu pada aspek tata kelola, Perseroan menegaskan komitmen untuk terus menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten di seluruh lini operasional dan entitas anak.

Editor: Yurike Metriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 48 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 57 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 59 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia