Saham RAJA Ngacir, Ada Aksi Ini
JAKARTA, investor.id - Emiten afiliasi Happy Hapsoro, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) terpantau melejit 7,43% pada sesi I perdagangan, Rabu (13/5/2026).
Penguatan saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) ini sejalan dengan aksi perseroan yang baru saja mengumumkan rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5.
Adapun stock split ini dilakukan perseroan dalam rangka untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
RAJA akan melakukan pemecahan nilai nominal saham dari Rp 25 menjadi Rp 5 per saham, sehingga jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari 4,2 miliar saham menjadi 21,1 miliar saham.
Manajemen RAJA mengungkapkan, rencana stock split tersebut perlu meminta restu dari para pemegang saham. Perseroan telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Juni 2026.
Pemecahan saham ini juga dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa harga saham RAJA saat ini telah berada pada level yang relatif tinggi, yaitu sebesar Rp 4.170 per saham, berdasarkan harga penutupan per 12
Mei 2026.
Baca Juga:
RAJA Buka-bukaan Laba hingga Akuisisi"Hal ini mengakibatkan nilai investasi minimum untuk satu lot saham perseroan menjadi kurang terjangkau bagi sebagian investor," katanya.
Selain untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan, stock split juga dilakukan perseroan untuk meningkatkan keterjangkauan harga saham bagi investor.
Selain itu, juga memperluas basis pemegang saham perseroan, mendukung terciptanya perdagangan saham yang lebih teratur, wajar, dan efisien, serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler






