Kamis, 14 Mei 2026

GULA Balikkan Rugi Jadi Laba di Kuartal I-2026

Penulis : Erta Darwati
13 Mei 2026 | 11:59 WIB
BAGIKAN
PT Aman Agrindo Tbk (GULA). (Foto: Ist)
PT Aman Agrindo Tbk (GULA). (Foto: Ist)

JAKARTA, investor.id - Emiten perkebunan tebu, perdagangan dan industri gula, yaitu PT Aman Agrindo Tbk (GULA) berhasil membalikkan keadaan rugi menjadi laba, dengan membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 36,8 juta pada kuartal I-2026.

Aman Agrindo (GULA) juga mencetak pertumbuhan kinerja kuartal I-2026, dengan pendapatan naik 4% ke Rp 40,9 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 39,4 miliar.

Capaian ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan pada sektor perdagangan gula. Berdasarkan laporan keuangan GULA, pada kuartal I-2026, secara pendapatan terdapat kontribusi dari pelanggan pada segmen korporasi baru, yakni PT Kino Indonesia Tbk (KINO) sebesar Rp 9,05 miliar, dan PT Bersama Era Sentosa Tama sebesar Rp 7,34 miliar.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, di sisi operasional GULA berhasil melakukan efisiensi dengan baik hingga mencatat penurunan pada sejumlah pos beban usaha sebesar 0,75% yoy dari Rp 1,309 miliar di periode yang sama tahun lalu, menjadi Rp 1,299 miliar pada kuartal I-2026.

Laba bruto perseroan yang naik 43,32% YOY tampak berhasil menopang pertumbuhan bottom line. Tercatat laba bruto pada kuartal I-2026 sebesar Rp 3,31 miliar, naik dari periode tahun lalu sebesar Rp 2,31 miliar.

Secara operasional, GULA saat ini memiliki dan menjalankan gudang operasional di kawasan industri Candi, Semarang untuk penyimpanan barang jadi.

Sementara itu, perkebunan dan pabrik gula merah milik GULA berlokasi di desa Cimanis, Kabupaten Pandeglang. Perseroan juga sedang berada pada masa transisi menuju manufaktur yang terintegrasi.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 29 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia