Momentum Pemulihan Industri Pariwisata
Pemerintah sudah memutuskan akan membuka Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali untuk pintu kedatangan internasional pada 14 Oktober mendatang. Untuk tahap awal, wisatawan mancanegara (wisman) yang diperbolehkan hanya berasal dari beberapa negara seperti Korea Selatan dan Selandia Baru. Keputusan ini menjadi momentum pemulihan industri pariwisata yang terpuruk selama hampir dua tahun akibat pandemi Covid-19.
Industri pariwisata Pulau Dewata berada di titik nadir sejak pandemi melanda negeri ini. Jumlah kunjungan wisman mencapai titik terendah dalam sejarah pariwisata di Pulau Dewata. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat wisman yang datang langsung ke Provinsi Bali pada periode Januari-Agustus 2021 hanya 43 kunjungan, turun 99,996% dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 1.069.199 kunjungan. Secara nasional, pada Januari-Agustus 2021, kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 1.061.532 kunjungan, turun 69,17% dibanding periode sama tahun lalu yang sebanyak 3.443.091 kunjungan. Pemerintah menargetkan kunjungan wisman sebanyak 1,5 juta hingga akhir 2021. Dari total kunjungan tersebut, diharapkan bisa meraup devisa US$ 360 juta hingga US$ 370 juta. Jumlah ini turun tajam dari target sebelumnya yang sebesar US$ 4,8 miliar hingga US$ 8,5 miliar.
Pembukaan Bali untuk wisman mulai 14 Oktober mendatang dan dipangkasnya waktu karantina dari 8 hari menjadi 5 hari, akan menjadi momentum yang sangat baik bagi upaya pemulihan pariwisata Indonesia.
Kalangan pelaku industri pariwisata menyambut positif kebijakan pemerintah itu. Sektor pariwisata sangat bergantung pa da pergerakan orang. Pembukaan Bali untuk dikunjungi wisman akan membuka pergerakan orang dan akan berdampak menggerakkan perekonomian.
Tanpa adanya pergerakan orang, maka mustahil recovery industri pariwisata dan ekonomi bakal cepat. Pembukaan Bali untuk wisman juga akan menghidupkan kembali sektor perhotelan yang saat ini mati suri. Bali memberi kontribusi sekitar 6-7 juta wisman per tahun.
Dengan pasar yang cukup besar itu akan berkontribusi juga ke tingkat hunian (occupancy rate) hotel. Kontribusi tingkat hunian wisman di Bali mencapai 70%, sementara sisanya 30% adalah wisatawan nusantara (wisnus).
Adanya sejumlah pelonggaran aktivitas masyarakat, penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), hingga pembukaan kembali Bali untuk wisman diharap kan dapat meningkatkan occupancy rate secara nasional pada kuartal IV- 2021 sebanyak 5% menjadi 40%. Khusus untuk Bali, pembukaan bagi wisman diharapkan bisa menaikkan occupancy rate hingga 10% menjadi 40%.
Dengan adanya tambahan 10% occupancy rate dari wisman setidaknya bisa menghidupkan industri pariwisata Bali. Pembukaan Bandara Internasional Ngurah Rai bukan tanpa sebab. Perkembangan kasus Covid-19 di Pulau Dewata semakin terkendali. Penanganan Covid-19 di Provinsi Bali sudah berhasil menurunkan kasus aktif hingga 95% dari puncak kasus. Penambahan kasus harian di Bali pada Kamis (7/10) hanya 60 kasus, atau turun jauh dari puncak kasus yang mencapai 1.910 pada Agustus 2021.
Selain itu, kasus aktif juga menurun dari 13.803 kasus menjadi hanya 605 kasus. Sedangkan vaksinasi di Bali telah mencapai 98% untuk dosis pertama dan lebih dari 80% untuk dosis kedua. Persiapan pembukaan Bali bagi wisman tidak hanya dilakukan dari sisi protokol kesehatan berbasis CHSE, yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan). Tetapi juga kesiapan destinasi, transportasi end to end, asuransi, hingga antisipasi jika ada ka sus Covid-19 dengan varian baru.
Tujuannya agar pembukaan Bali tidak stop and go, tetapi bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan. Dari sisi wisatawan juga wajib mengikuti pola yang ditetapkan pemerintah seperti testing PCR sebelum dan saat ketibaannya di destinasi.
Setelah itu, penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE secara ketat dan disiplin secara end to end. Juga akan dilengkapi dengan asuransi kesehatan dan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menangani wisman, sehingga wisman benar- benar mendapatkan pengalaman dan kesan yang baik. Potensi yang menimbulkan risiko, terutama dengan adanya varian baru Covid-19, harus diantisipasi sedini mungkin.
Sedangkan tugas pemerintah selanjutnya adalah menjalin komunikasi dengan negara-negara asal wisman. Di antaranya pembicaraan dengan beberapa negara seperti Korea Selatan dan negara Asia lainnya. Juga Negara Timur Tengah dan Eropa seperti Uni Emirat Arab, Jerman, Ukraina, Polandia, dan lainnya.
Selain itu, menyiapkan konsep uji coba penerbangan charter (charter flights), pola kunjungan serta paket wisata yang cocok dengan para wisatawan yang datang dari berbagai negara.
Keselamatan masyarakat Indonesia dari segi kesehatan dan terlindung dari potensi lonjakan kasus baru Covid-19 harus menjadi prioritas. Mengidentifikasi dan memitigasi varian-varian baru yang bermunculan berkaitan dengan mutasi virus Covid-19 mutlak dilakukan. Pasalnya, pada November nanti Indonesia akan mulai mengambil alih Presidensi G20 dan kegiatan banyak dipusatkan di Bali.
Semua persiapan ini harus benar-benar dipastikan agar nantinya wisatawan merasa aman dan nyaman sehingga pariwisata bangkit dan menggerakkan ekonomi dengan terbukanya kembali lapangan kerja. Keberhasilan Bali membuka kembali industri pariwisatanya akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerima kunjungan turis asing.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler




