PLN Diharapkan Jadi Perusahaan Listrik Kelas Dunia
JAKARTA- PT PLN (Persero) diharapkan menjadi
perusahaan pengelola listrik berkelas dunia seiring dengan peran
utamanya dalam menangani transmisi dan distribusi listrik nasional.
"Kedepannya PLN diharapkan bisa fokus menangani transmisi dan
distribusi listrik pada masyarakat, sedangkan pembangkitnya nanti
dilaksanakan oleh para pengembang," kata Dirjen Ketenagalistrikan
Kementerian ESDM Jarman dalam Musyawarah Nasional ke-6 Masyarakat
Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) di Jakarta, Kamis.
Untuk
mendukung hal itu, pemerintah secara regulasi telah menetapkan Permen
ESDM Nomor 1 Tahun 2015 tentang "power wheeling" yang bertujuan untuk
memfasilitasi pengembang swasta menggunakan jaringan yang ada, baik itu
milik swasta atau milik PLN.
"Tapi dalam megoperasikan harus
dilakukan secara satu tangan yaitu oleh Penyaluran dan Pusat Pengatur
Beban (P3B) yang merupakan unit induk PLN dengan fungsi sebagai
’independent system operator’ sekaligus ’transmission operator’," tutur
Jarman.
Selain itu, katanya, pemerintah juga telah
memberlakukan Permen ESDM Nomor 3 Tahun 2015 tentang harga patokan yang
tujuannya mempercepat proses pengadaan listrik melalui mekanisme
"Independent Power Producer" (IPP) melalui penunjukan dan pemilihan
langsung.
"Pemerintah sudah melakukan langkah percepatan
diantaranya penyederhanaan negosiasi dengan membuat harga tarif, proses
penunjukan dan pemilihan langsung, termasuk dilakukannya ’power
wheeling’ dalam IPP," ujarnya.
Peran swasta melalui
mekanisme IPP diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan listrik nasional
dengan kapasitas 25.000 MW dari target 35.000 MW yang dicanangkan
pemerintahan era Jokowi.
Dalam mempercepat proses perizinan
investasi, pemerintah bekerjasama dengan Badan Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM) sudah berupaya mempercepat proses perizinan melalui sistem
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), sehingga proses perizinan listrik
yang tadinya membutuhkan waktu 900 hari bisa dipersingkat hanya dalam
200 hari atau bahkan kurang.
Sependapat dengan Jarman, Ketua
Umum MKI Moch. Harry Jaya Pahlawan merekomendasikan beberapa langkah
yang harus diambil PLN agar bisa bertransformasi menjadi perusahaan
energi kelas dunia di antaranya dengan menurunkan besaran subsidi
listrik, dan menjamin pasokan tenaga listrik, serta menambah rasio
elektrifikasi dari 80 persen menjadi 95 persen dalam lima tahun ke
depan.
"Pemberian subsidi listrik sekarang sudah mencapai Rp100 triliun, angka ini harus ditekan," tukasnya.
Selain itu, menurut dia, PLN juga perlu membangun interkoneksi
jaringan transmisi, mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan
(EBT), dan melakukan restrukturisasi organisasi perusahaan listrik.
"Yang paling penting untuk diwujudkan adalah pembangunan pembangkit
berkapasitas 35.000 MW untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi
sebesar 6,5 persen," tuturnya.(*/hrb)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler






