Kamis, 14 Mei 2026

PLN Diharapkan Jadi Perusahaan Listrik Kelas Dunia

Penulis : ah
13 Mar 2015 | 10:39 WIB
BAGIKAN

JAKARTA- PT PLN (Persero) diharapkan menjadi perusahaan pengelola listrik berkelas dunia seiring dengan peran utamanya dalam menangani transmisi dan distribusi listrik nasional.

"Kedepannya PLN diharapkan bisa fokus menangani transmisi dan distribusi listrik pada masyarakat, sedangkan pembangkitnya nanti dilaksanakan oleh para pengembang," kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman dalam Musyawarah Nasional ke-6 Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) di Jakarta, Kamis.

Untuk mendukung hal itu, pemerintah secara regulasi telah menetapkan Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2015 tentang "power wheeling" yang bertujuan untuk memfasilitasi pengembang swasta menggunakan jaringan yang ada, baik itu milik swasta atau milik PLN.

"Tapi dalam megoperasikan harus dilakukan secara satu tangan yaitu oleh Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) yang merupakan unit induk PLN dengan fungsi sebagai ’independent system operator’ sekaligus ’transmission operator’," tutur Jarman.

Selain itu, katanya, pemerintah juga telah memberlakukan Permen ESDM Nomor 3 Tahun 2015 tentang harga patokan yang tujuannya mempercepat proses pengadaan listrik melalui mekanisme "Independent Power Producer" (IPP) melalui penunjukan dan pemilihan langsung.

"Pemerintah sudah melakukan langkah percepatan diantaranya penyederhanaan negosiasi dengan membuat harga tarif, proses penunjukan dan pemilihan langsung, termasuk dilakukannya ’power wheeling’ dalam IPP," ujarnya.

Peran swasta melalui mekanisme IPP diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan listrik nasional dengan kapasitas 25.000 MW dari target 35.000 MW yang dicanangkan pemerintahan era Jokowi.

Dalam mempercepat proses perizinan investasi, pemerintah bekerjasama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sudah berupaya mempercepat proses perizinan melalui sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), sehingga proses perizinan listrik yang tadinya membutuhkan waktu 900 hari bisa dipersingkat hanya dalam 200 hari atau bahkan kurang.

Sependapat dengan Jarman, Ketua Umum MKI Moch. Harry Jaya Pahlawan merekomendasikan beberapa langkah yang harus diambil PLN agar bisa bertransformasi menjadi perusahaan energi kelas dunia di antaranya dengan menurunkan besaran subsidi listrik, dan menjamin pasokan tenaga listrik, serta menambah rasio elektrifikasi dari 80 persen menjadi 95 persen dalam lima tahun ke depan.

"Pemberian subsidi listrik sekarang sudah mencapai Rp100 triliun, angka ini harus ditekan," tukasnya.

Selain itu, menurut dia, PLN juga perlu membangun interkoneksi jaringan transmisi, mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), dan melakukan restrukturisasi organisasi perusahaan listrik.

"Yang paling penting untuk diwujudkan adalah pembangunan pembangkit berkapasitas 35.000 MW untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen," tuturnya.(*/hrb)




Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia