Perusahaan Nikel Berebut Bahan Baku
Jonatan Handojo mengungkapkan, perusahaan-perusahaan smelter nikel juga kini berebut bahan baku.Handojo mencatat, total smelter nikel di Indonesia mencapai 20 perusahaan, dengan produksi nikel murni sebanyak 416 ribu ton. Kebutuhan bijih nikel industri ini mencapai 21 juta ton per tahun. Ironisnya, tak ada data cadangan bijih nikel yang valid.
Handojo mengungkapkan, bijih nikel sulit didapat belakangan ini. Cadangan bijih nikel di Indonesia diduga sudah menipis akibat aksi ekspor besar-besaran pada 2013 sebelum Undang-Undang Mineral dan Batubara (UU Minerba) diberlakukan pada 2014.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), volume ekspor nikel pada 2013 mencapai 65 juta ton, melonjak 35% dari 2012 sebanyak 48 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 58 juta ton dipasok ke Tiongkok. “Saya dengar kabar ada ‘gunung’ nikel yang berasal dari Indonesia di salah satu daerah di Tiongkok,” tutur Handojo.
Seiring dengan itu, dia menuturkan, dua produsen nikel, PT Indoferro dan PT Sulawesi Mining Investment (SMI), kini bertarung sengit memperebutkan bijih nikel di Sulawesi Tenggara dan Maluku. Bijih nikel yang dibutuhkan dua perusahaan itu memiliki kadar besi 20% dan nikel 2%.
“Sekarang tidak ada harga spot, melainkan dilelang. Yang paling berani menawar tinggi bisa mendapatkan nikel,” ujar Handojo, yang juga business development Growth Steel Group, induk usaha Indoferro.
Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengakui, beberapa perusahaan smelter tengah kesulitan bahan baku. Kini mereka berupaya mengatasi masalah itu.
“MIJS memerlukan tambahan investasi agar jenis bahan baku yang dipakai lebih beragam. Adapun DPS tengah mengurus izin pinjam pakai lahan hutan untuk mendapatkan bahan baku,” kata dia. (rap/lm/gor)
Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/sumber-daya-galian-tambang-nikel-sudah-terkuras/148465
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler

