OJK Targetkan Pertumbuhan Kredit Perbankan Tahun Ini 7,5%
JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pertumbuhan kredit perbankan tahun ini bisa mencapai 7,5%. Angka ini meningkat dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit tahun lalu yang mencapai 5,2%.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, pertumbuhan kredit tahun ini sangat bergantung dengan kontrol pemerintah dan masyarakat terhadap pandemi Covid-19. Pasalnya, pandemi ini juga mempengaruhi pertumbuhan kredit dalam dua tahun terakhir.
"Pertumbuhan kredit pada tahun 2020 sangat rendah karena ada pandemi, tahun 2021 kita bersyukur bisa tercapai 5,2%, meski varian Delta sempat berkembang tahun lalu," jelas Wimboh dalam acara Konferensi Pers Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan tahun 2022, Kamis (20/1).
Selain kontrol terhadap pandemi, produk domestik bruto (PDB) juga mempengaruhi pertumbuhan kredit tahun ini. Hal ini dikarenakan pulihnya perekonomian menimbulkan multiplier effect, yakni belanja masyarakat meningkat yang juga berdampak pada pertumbuhan kredit.
Lebih lanjut, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana menjelaskan, target pertumbuhan kredit sebesar 7,5% itu sangat masuk akal. Pasalnya, proyeksi pertumbuhan kredit dalam rencana bisnis bank (RBB) tahun ini di kisaran 9,5%.
"Namun, ada syaratnya target 7,5% bisa tercapai, yakni kasus Omicron bisa dikendalikan," ungkap dia.
Di sisi lain, OJK juga mendorong perbankan untuk bisa meningkatkan penyaluran kredit ke sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pada tahun 2024, dia berharap industri perbankan bisa menyalurkan kredit ke sektor UMKM minimal 30% dari total kreditnya. Untuk mencapai hal itu, OJK akan melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan individual bank.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






