Jumat, 15 Mei 2026

OJK Ingatkan IFG soal Konsumen Dapen BUMN

Penulis : Prisma Ardianto
31 Mei 2022 | 23:38 WIB
BAGIKAN
Kantor OJK/David Gita Rosa
Kantor OJK/David Gita Rosa

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan Indonesia Financial Group (IFG) agar konsolidasi pengawasan dana pensiun (dapen) perusahaan BUMN tetap memperhatikan aturan yang berlaku dan menjunjung kepentingan konsumen.

Advisor Departemen Pengawasan Khusus Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK, Sumarjono menyatakan, OJK menghargai keputusan Kementerian BUMN menunjuk IFG untuk melakukan konsolidasi pengawasan dapen perusahaan BUMN. Langkah pemerintah melalui konsolidasi pengawasan diharapkan bisa mengembangkan dan memperkuat dapen.

"Namun, implementasi isu ini harus mempertimbangkan peraturan yang ada, juga untuk kebaikan dan kepentingan para peserta," kata Sumarjono ketika mewakili Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK sebagai keynote speech dalam IFG International Conference 2022 di Jakarta, Selasa (31/5).

Ketua Sub Tim Pengembangan Bisnis Project Management Office BUMN Klaster Asuransi dan Dapen, Pantro Pander Silitonga mengungkapkan, saat ini dirinya sedang mengemban tugas khusus untuk membenahi dapen BUMN. Permasalahan utamanya terkait ketidaksesuaian perhitungan suku bunga aktuaria dan investasi dengan risiko tinggi.

ADVERTISEMENT

"Kami lihat memang sebagian besar kekurangan dana dan banyak yang memakai suku bunga aktuaria tinggi 8-12%. Akibatnya, liabilitasnya seakan-akan rendah. Artinya, kekurangan dananya bisa lebih besar lagi. Ini menjadi perhatian kita bersama bagaimana mengelola liabilitas dan investasi dapen," ujar dia.

Pantro menjelaskan, 94% dari 49 dapen manfaat pasti menggunakan bunga aktuaria tinggi 8-12% per tahun. Perhitungan itu menggunakan acuan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun dengan yield setara 6,92%. Nyatanya, rata-rata hasil investasi saham LQ45 dalam 10 tahun terakhir hanya 2,74% per tahun.

Menurut Pantro, hasil kajian menunjukkan, 43% atau 21 dapen manfaat pasti berinvestasi pada instrumen berisiko tinggi atau tidak likuid, seperti tanah, penyertaan langsung, kontrak investasi kolektif (KIK), dan saham. Hasil kajian juga menunjukkan, penempatan pada instrumen berisiko tinggi mencapai lebih dari 40% dari total investasi.

Profil Risiko Tinggi

Pantro mengemukakan, suku bunga aktuaria yang tinggi menyebabkan kewajiban seakan-akan lebih rendah tapi tetap membuat dapen harus mengejar hasil investasi yang tinggi. Alhasil, dapen mesti masuk dalam ranah investasi berisiko tinggi. “Fenomena tersebut menyebabkan profil risiko tinggi dan mengancam keberlangsungan dapen,” tandas dia.

Data OJK yang diolah Investor Daily menyebutkan, setidaknya terdapat 65 dapen yang terafiliasi dengan BUMN per September 2021. Sebanyak 47 merupakan dapen pemberi kerja-program pensiun manfaat pasti (DPPK-PPMP), 15 dapen pemberi kerja-program pensiun iuran pasti (DPPK-PPIP), dan 5 dapen lembaga keuangan (DPLK).

Dari sisi aset, per Maret 2022 dapen mencatatkan total aset Rp 392,8 triliun, meningkat 5,85% year on year (yoy). Adapun nilai investasi dalam periode sama mencapai Rp 321,45 triliun atau meningkat 5,84% (yoy).

Menteri BUMN, Erick Thohir sebelumnya mengatakan, pihaknya akan mengerti jika permasalahan pada dapen BUMN hanya dipengaruhi faktor keuangan yang tidak sehat. Sebaliknya, pihaknya perlu melakukan konsolidasi lebih lanjut jika ditemukan ada permainan investasi, berikut membuat produk dengan manfaat yang tidak sesuai atau bahkan berlebih.

Menurut Erick Thohir, sejatinya Kementerian BUMN telah siap melakukan pembenahan, tetapi regulasi yang masih berlaku menjadi kendala tersendiri.

Berdasarkan regulasi tersebut, pengelola (manajemen perusahaan) dapen diberi kekuasaan penuh, sedangkan pendiri (orang/badan) harus melakukan top-up jika ada kekurangan dana. Kendala regulasi diharapkan bisa terjawab melalui RUU Omnibus Law Sektor Keuangan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia