Jumat, 15 Mei 2026

Sektor Jasa Keuangan RI Siap Lanjutkan dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Penulis : Prisma Ardianto
11 Okt 2022 | 14:10 WIB
BAGIKAN
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, memberikan sambutan khusus, saat Investor Daily Summit 2022, Jakarta, Selasa (11/10/2022). BeritasatuPhoto/David Gita Roza
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, memberikan sambutan khusus, saat Investor Daily Summit 2022, Jakarta, Selasa (11/10/2022). BeritasatuPhoto/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa sektor industri jasa keuangan (IJK) secara umum telah pulih dari dampak pandemi Covid-19. Selanjutnya, IJK siap menerapkan mode siaga untuk melanjutkan dan menjaga pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam paparannya di perhelatan BNI Investor Daily Summit 2022, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, (11/10/2022).

"Kesiapan industri jasa keuangan dapat kami laporkan dalam satu kalimat, sudah pulih dari kondisi pandemi dan siap serta siaga untuk melanjutkan dan menjaga pertumbuhan ekonomi, dan siap siaga untuk menghadapi risiko transmisi ekonomi global yang semakin berat," ungkap Mahendra dalam kesempatan tersebut.

Menurut dia, hal itu dapat dibuktikan dari sejumlah pencapaian sejumlah sektor industri. Dimulai dari kredit perbankan yang akan tetap tumbuh dengan perkiraan sekitar 10% sampai akhir tahun ini. Secara rinci, kredit modal kerja lebih dominan di 12-13%, dibanding 8-9% untuk kredit investasi. "Saya rasa itu sejalan dengan konteks pemulihan ekonomi kita," imbuh dia.

ADVERTISEMENT

Demikian juga pemulihan yang terjadi di sektor industri multifinance, nilai outstanding piutang pembiayaan terus meningkat dan diproyeksi menjadi 9% di tahun ini. Di pasar modal, peningkatan dana terus terjaga, termasuk jumlah initial public offering (IPO) yang akan mencatatkan rekor tertingginya pada tahun ini.

Sementara kredit restrukturisasi yang semula menjadi beban tersendiri di industri jasa keuangan pun telah turun hampir 40% dibandingkan periode sebelumnya. Mahendra mengakui, ada sebagian portofolio kredit restrukturisasi yang kemungkinan masih butuh dukungan dalam beberapa waktu mendatang.

"Hanya tersisa satu-dua sektor industri yang masih memerlukan perhatian khusus di wilayah tertentu yang mungkin membutuhkan relaksasi atau penyesuaian lebih lanjut, namun secara menyeluruh sejalan dengan kondisi kesehatan perbankan dan lembaga pembiayaan tadi, sudah bisa dikatakan pulih," jelas Mahendra.


OJK mengingatkan kesiagaan masing-masing lembaga jasa keuangan (LJK) dalam memantau dan memastikan ketersediaan likuiditas sebagai antisipasi potensi risiko, serta dalam kaitan fungsi intermediasi. LJK pun diminta untuk mencermati risiko pasar seperti eksposur terhadap surat-surat berharga dan valuta asing.

Masih seiring dengan dua hal itu, OJK meminta LJK mencermati perkembangan risiko kredit dan pembiayaan di sektor-sektor yang memang memiliki sensitivitas terhadap perkembangan global. Khususnya agar proporsi penempatan dana tidak berlebihan, sehingga portofolio bisa tetap sehat dan prudent.


"Esensinya adalah kita tahu persis apa yang harus dilakukan sebagai fokus utama, dan terus fokus pada langkah-langkah reformasi dan pembenahan yang ada di lembaga jasa keuangan. Tapi kami juga terus memantau perkembangan global," tegas Mahendra.

Di sisi lain, Mahendra menerangkan, agenda reformasi di sektor jasa keuangan saat ini sedang dibahas dan dimatangkan dalam Rancangan Undang-Undang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (P2SK). Di sana akan dibuka berbagai jenis industri jasa keuangan yang sebelumnya tidak ada atau belum dikelola secara maksimal. Sektor yang dimaksud bakal diperkuat dan dikembangkan guna mendukung perekonomian nasional.


"Ini reformasi besar yaitu melalui omnibus law untuk sektor keuangan. Di tataran OJK sendiri, kami sedang melakukan proses transformasi secara cepat untuk membentuk OJK yang semakin terintegrasi dan berintegritas," kata dia.

Mahendra menuturkan, aspek pengawasan, pengaturan, dan layanan yang tadinya terkesan terpisah akan lebih dan semakin terintegrasi. Hal ini tidak terlepas dari pembelajaran di masa lalu, dengan juga memperhatikan sisi sumber data manusia (SDM) dan infrastruktur IT.

"Minggu depan, kami telah duduk sebagai ketua OJK bersama anggota dewan komisioner lainnya. Dapat dikatakan bahwa agenda reformasi OJK internal telah dipenuhi setidaknya 50%. Sisanya akan kami lakukan lebih lanjut dan sejalan dengan UU P2SK," ujar dia. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia