Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

Profitabilitas 61 Perusahaan Negatif, OJK Pantau Fintech Lending

Jumat, 2 Des 2022 | 22:41 WIB
Thomas E Harefa (thomas@investor.co.id)

BOGOR, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mencermati perkembangan industri fintech peer to peer lending (P2P lending) yang sedang berkembang. Pasalnya, dari 102 fintech lending yang sudah berizin saat ini, OJK mencatat ada 61 perusahaan yang profitabilitasnya masih negatif.

“Kita akan pantau. Ini proses kompetisi secara alamiah, apakah dari 102 perusahaan tersebut akan bertahan atau ada tidak bisa. Dalam hal ini, OJK akan terus memonitor,” jelas Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan Ogi Prastomiyono dalam diskusi OJK mengenai perkembangan industri keuangan nonbank (IKNB) di Bogor, Jumat (2/12/2022).

Baca juga: UU PDP Jadi Momentum Industri Fintech

Menurut dia, profitabilitas fintech P2P lending masih berada dalam zona negatif yang cukup dalam. Beberapa perusahaan fintech P2P lending juga memiliki beban operasional yang cukup tinggi, bahkan berada di atas level 100%.

Advertisement
Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan Ogi Prastomiyono di sela acara diskusi OJK mengenai perkembangan industri keuangan nonbank (IKNB) di Bogor, Jumat (2/12/2022). (Investor Daily/Thomas E Harefa)

Sementara itu, OJK mencatat, total aset industri fintech lending per Oktober 2022 mencapai Rp 5,26 triliun meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 4,37 triliun. Outstanding pinjaman tercatat sebesar Rp 49,34 triliun atau meningkat 76,80% secara year on year (yoy). Outstanding pinjaman kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar 35,83% dari total outstanding pinjaman. Rasio tingkat wanprestasi pengembalian pinjaman (TWP90) masih relatif stabil dengan TWP90 sebesar 2,90%.

Berkaitan dengan industri fintech lending tersebut, Ogi menjelaskan, keberadaan industri ini cukup dibutuhkan masyarakat, terutama bagi mereka yang belum terlayani oleh lembaga jasa keuangan/unbanked. Ketika industri ini hadir, jelas dia, maka diharapkan dapat mengisi kebutuhan publik untuk mendapatkan pinjaman. Di samping itu, perusahaan fintech lending diharapkan bisa berkembang.

Baca juga: Sektor Bisnis Syariah dan Fintech Disebut Motor Penggerak Ekonomi

“Awalnya, jumlah perusahaan fintech lending yang hadir itu banyak sekali, lalu terseleksi menjadi 102 perusahaan berizin. Tapi pada perkembangannya, ada perusahaan beberapa dari 102 perusahaan tersebut mulai goyang juga. Jadi kami sedang me-review apakah betul fintech P2P lending bisa sustain dan tumbuh ke depan. Memang ada yang sukses ada juga yang tidak,” kata dia.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com