Jumat, 15 Mei 2026

OJK Reviu Penyelesaian Masalah di Bumiputera, Kresna Life, dan Wanaartha Life

Penulis : Prisma Ardianto
2 Jan 2023 | 22:09 WIB
BAGIKAN
Kepala Eksekutif (KE) Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (IKNB OJK) Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers daring pengumuman pencabutan izin usaha (CIU) PT PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life/PT WAL), Senin (5/12). (Prisma Ardianto/Investor Daily)
Kepala Eksekutif (KE) Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (IKNB OJK) Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers daring pengumuman pencabutan izin usaha (CIU) PT PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life/PT WAL), Senin (5/12). (Prisma Ardianto/Investor Daily)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mereviu sejumlah pengajuan opsi penyelesaian masalah di AJB Bumiputera 1912, PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life/PT WAL), dan PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life).

Untuk Bumiputera, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Ogi Prastomiyono menerangkan, Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) Bumiputera telah diserahkan pada 20 Desember 2022. Draf RPK itu kini sedang dalam tahap reviu oleh OJK.

"Kami telah bertemu dengan Badan Perwakilan Anggota (BPA), direksi, dan komisaris. Mereka telah menetapkan beberapa langkah menyelamatkan daripada Asuransi Bumiputera yang sedang kita reviu dari RPK. Ini termasuk kemungkinan discount atau haircut daripada klaim yang cukup besar," jelas Ogi dalam Konferensi Pers Awal Tahun OJK, Senin (02/01/2022).

Dia mengatakan, RPK Bumiputera turur membahas sejumlah opsi penyehatan seperti konversi klaim asuransi jangka panjang ke dalam liabilitas. Begitu juga adanya opsi pembayaran klaim yang berasal dari penjualan aset-aset Bumiputera.

ADVERTISEMENT

Sementara dalam penyelesaian di Wanaartha Life, rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dengan agenda pembubaran perusahaan dan pembentukan tim likuidasi berhasil terselenggara namun tidak cukup kuorum. Alhasil, rapat sempat diagendakan untuk kembali digelar pada 4 Januari 2022.

Namun demikian, Ogi menerangkan, pada Jumat malam, 30 Desember 2022, pihak WAL menyerahkan opsi RUPS Sirkuler. Meski tidak menjelaskan lebih lanjut, hal ini merujuk pada keputusan sirkuler yakni putusan pemegang saham di luar RUPS (circular resolution).

"Kami sedang mereviu hal tersebut dan pembubaran dari RUPS tersebut, secara hukum itu seperti apa? Nanti kami akan kami tindaklanjuti. Tetapi ini masih belum melampaui jangka waktu 30 hari, sesuai dengan ketentuan yang berlaku," beber Ogi.

Demikian juga dengan Kresna Life, perseroan juga telah memenuhi tenggar penyampaian RPK di akhir Desember 2022. Seperti Bumiputera dan Wanaartha Life, kini opsi penyelesaian yang diajukan dalam tahap reviu oleh OJK.

"Kresna Life di last minutes juga menyampaikan RPK pada 30 Desember 2022. Ini sesuai dengan yang kami tegaskan bahwa paling lambat akhir tahun. Dan mereka telah menyampaikan RPK-nya dan kami sedang mereviu, apakah ini layak atau tidak pelaksanaan RPK-nya," ungkap Ogi.

Editor: Nasori

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia