Jumat, 15 Mei 2026

Tersandung Kasus KSP Indosurya, SME Finance Diperiksa OJK

Penulis : Prisma Ardianto
28 Feb 2023 | 17:56 WIB
BAGIKAN
Otoritas Jasa Keuangan. (OJK)
Otoritas Jasa Keuangan. (OJK)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam proses memeriksa perusahaan pembiayaan PT Sarana Majukan Ekonomi Finance Indonesia (SME Finance). Perusahaan yang sebelumnya bernama PT Indosurya Inti Finance (Indosurya Finance) ini tersandung kasus gagal bayar dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono. Dia pun mengkonfirmasi bahwa SME Finance merupakan nama baru dari entitas sebelumnya bernama Indosurya Finance.

"Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan permasalahan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta dan pemegang saham pengendalinya, dimana itu dikaitkan dengan jasa keuangan, salah satunya adalah PT Sarana Majukan Ekonomi Finance Indonesia, yang dahulu adalah PT Indosurya Inti Finance," ungkap Ogi dalam konferensi pers, Senin (27/2/2023).

ADVERTISEMENT

Dia menerangkan, pengawas di sektor industri keuangan non bank (IKNB) OJK tengah melakukan peninjauan secara intensif terhadap SEM Finance. Salah satunya melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan terkait dengan permasalahan KSP Indosurya, termasuk menyangkut peran pemegang saham pengendali (PSP) yakni Hendry Surya.

"Pengawas telah mengambil tindakan tegas dengan meminta direksi, komisaris, dan pemegang saham untuk melakukan tindakan corrective action secara menyeluruh, antara lain mencakup penerapan manajemen risiko dan prinsip tata kelola yang baik bagi perusahaan atas seluruh aktivitas yang dijalankan," ungkap Ogi.

Di samping itu, Ogi mengakui bahwa SME Finance secara umum telah melakukan langkah-langkah perbaikan. Namun demikian, inisiatif perbaikan itu terus berlanjut dan saat ini perseroan masih dalam status pengawasan intensif dari OJK.

Merujuk pada laman perusahaan, SME Finance menyediakan fasilitas pembiayaan modal usaha dan otomotif dengan fokus pada fasilitas pembiayaan usaha kecil dan menengah (UKM). Hal ini sebagai wujud komitmen perusahaan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi terutama di sektor UKM bagi masyarakat di Indonesia.

Perusahaan juga berkomitmen untuk terus berinovasi meningkatkan mutu pelayanan, produk-produk yang berkualitas, serta berupaya menjaga integritas ke berbagai pihak sehingga perusahaan menjadi yang terdepan dan terpercaya. SME Finance turut didukung oleh teknologi digitalisasi serta sumber daya manusia yang profesional, berpengalaman dan berintegritas.

Berdiri sejak 27 Mei 2011, PT Indosurya Inti Finance telah mengantongi izin usaha pembiayaan dari OJK dengan No: Kep-278/NB.1/ 2013. Perusahaan kemudian melakukan rebranding dengan mengganti nama menjadi PT Sarana Majukan Ekonomi Finance Indonesia (SME Finance) yang efektif 1 Desember 2021.

"Dengan adanya perubahan nama diharapkan menimbulkan semangat baru dan membawa Perusahaan untuk berkembang lebih baik serta terus berinovasi meningkatkan mutu pelayanan, produk-produk yang berkualitas serta terus berupaya menjaga komitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumennya baik individu maupun badan usaha," ungkap manajemen SME Finance dalam Laporan Keberlanjutan Tahun 2021.

Lewat laporan yang sama, diketahui aset (audited) perusahaan tahun 2019 sempat menyentuh Rp 4,31 triliun, aset produktif Rp 3,36 triliun, berikut laba bersih mencapai Rp 159,31 miliar.

Sedangkan pada tahun 2021, total aset (unaudited) mencapai Rp 2,56 triliun, aset produktif Rp 1,21 triliun, dan rugi bersih Rp 7,06 miliar. Jumlah pegawai pun turun drastis dari 2019 sebanyak 1.058 orang menjadi 297 orang di akhir tahun 2021.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia