Jumat, 15 Mei 2026

Lanjutkan Pemulihan, Premi Asuransi Komersial Tumbuh 9,88% hingga Februari 2023

Penulis : Prisma Ardianto
3 Apr 2023 | 18:35 WIB
BAGIKAN
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2023 secara daring, Senin (3/4/2023). (
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2023 secara daring, Senin (3/4/2023). (

JAKARTA, Investor.id - Pendapatan premi industri asuransi komersial bertumbuh sebanyak 8,99% secara year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 54,11 triliun hingga Februari 2023. Pertumbuhan ini disokong kenaikan signifikan atas kinerja sektor asuransi umum dan reasuransi.

Sementara sektor asuransi asuransi jiwa mulai menunjukkan tren pemulihan. Hal itu dibeberkan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2023 secara daring, Senin (3/4/2023).

"Per Februari 2023 pendapatan premi asuransi komersial mencapai Rp 54,11 triliun atau tumbuh 9,88% year on year (yoy), dimana pada Januari 2023 tumbuh 5,22% (yoy)," demikian kata Ogi.

Lonjakan premi asuransi komersial, terang dia, utamanya disokong premi dari industri asuransi umum dan reasuransi. Di sektor ini, pendapatan premi melesat 27,56% (yoy) hingga Februari 2023 menjadi sebesar 23,79 triliun. Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan Januari 2023, dimana premi tumbuh 19,80% (yoy) menjadi Rp 14,53 triliun.

ADVERTISEMENT

Di samping itu, kata Ogi, pertumbuhan signifikan di dua bulan pertama di tahun ini tidak terlepas dari tren perbaikan dari produksi premi di sektor asuransi jiwa. "Perkembangan premi asuransi jiwa juga semakin membaik, dimana per Februari 2023 premi hanya terkontraksi tipis sebesar 0,90% menjadi Rp 30,33 triliun, sebelumnya pada Januari 2023 terkontraksi 5,25%," beber dia.

Selain pemulihan kinerja premi, industri asuransi komersial juga mencatat perbaikan dari sisi risiko. Rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) mulai menguat, baik untuk sektor asuransi jiwa maupun asuransi umum dan reasuransi.


RBC sektor asuransi jiwa naik dari 474,04% pada Januari 2023 menjadi 478,21% pada Februari 2023. Namun demikian, posisi ini masih jauh tertinggal dibandingkan Februari 2022 dengan RBC sempat mencapai 530,54%.

Hal serupa dicatatkan sektor industri asuransi umum dan reasuransi. RBC naik secara bulanan dari 319,51% pada Januari 2023 menjadi 320,81% per Februari 2023. Posisi ini sudah melampaui capaian di awal tahun lalu, tapi masih cukup rendah dibandingkan sebelum pandemi.

"Secara agregat, RCB industri perasuransian masih di atas threshold sebesar 120%, namun OJK senantiasa tetap memantau RBC masing-masing perusahaan asuransi," ujar Ogi.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia