Jumat, 15 Mei 2026

Kuartal I, Fintech Lending Salurkan Pinjaman Rp 56,70 Triliun

Penulis : Prisma Ardianto
8 Mei 2023 | 06:30 WIB
BAGIKAN
Karyawan mengakses informasi perusahaan fintech lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Dok. B-Universe Photo)
Karyawan mengakses informasi perusahaan fintech lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Dok. B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id - Fintech p2p lending menyalurkan pinjaman mencapai Rp 56,70 triliun, atau tumbuh 6,17% secara year on year (yoy) pada kuartal I-2023. Namun demikian, penyaluran pinjaman ke sektor produktif relatif melambat.

Menilik statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pinjaman ke sektor produktif menurun 21,23% (yoy) menjadi Rp 22,38 triliun pada kuartal I-2023. Penyaluran ke sektor usaha pengangkutan dan pergudangan menyusut 71,24% (yoy) menjadi Rp 404,89 miliar.

Sementara sektor perdagangan besar, eceran, serta reparasi mobil/motor yang menjadi kontributor terbesar fintech lending untuk pinjaman produktif juga tercatat melambat. Secara rinci sektor ini turun 4,40% (yoy) menjadi Rp 7,50 triliun pada periode Januari-Maret 2023.

Di sisi lain, beberapa sektor usaha yang sempat merosot saat pandemi mulai mencatatkan peningkatan penyaluran di kuartal I-2023. Pertama, penyaluran ke sektor kesenian, hiburan, dan rekreasi tumbuh 31,67% (yoy) menjadi Rp 1,00 triliun. Kedua, sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan air minum tumbuh 26,88% (yoy) menjadi Rp 2,89 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Lembaga Penjamin dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengakui bahwa penyaluran pinjaman dari fintech lending di awal tahun ini cenderung disokong dari sektor konsumtif. Per Maret 2023, porsi penyaluran kepada sektor konsumtif mencakup 60,03% dari total penyaluran industri.

"Angka ini meningkat apabila dibandingkan pada Februari 2023 yang hanya mencapai 59,33% atau pada Desember 2022 (akhir tahun) yang hanya mencapai 57,96%," ungkap Ogi, akhir pekan lalu.

OJK pun meyakini, fintech lending masih mencatatkan pertumbuhan penyaluran pinjaman di masa mendatang. Hal ini tercermin dari outstanding pinjaman yang tercatat masih tumbuh 36,35% (yoy) menjadi Rp 51,02 triliun per Maret 2023.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia