Jumat, 15 Mei 2026

Kuartal I, Fintech Lending Salurkan Pinjaman Rp 56,70 Triliun

Penulis : Prisma Ardianto
8 Mei 2023 | 06:30 WIB
BAGIKAN
Karyawan mengakses informasi perusahaan fintech lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Dok. B-Universe Photo)
Karyawan mengakses informasi perusahaan fintech lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Dok. B-Universe Photo)

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dikeluarkan oleh OJK akhir 2022 menyebutkan, indeks literasi keuangan masyarakat baru mencapai 49,68%. Bahkan, literasi keuangan untuk fintech baru menyentuh level 10,90%.

Sekretaris Jenderal AFPI Sunu Widyatmoko mengatakan, dengan melihat pertumbuhan fintech lending yang cukup menjanjikan awal tahun ini, pihaknya mengajak para pelaku industri fintech lending agar dapat memanfaatkan momentum ini untuk mendorong akses dan edukasi layanan pendanaan bagi masyarakat, khususnya pendanaan produktif bagi kelompok unbanked dan underbanked, seperti pelaku UMKM dan pekerja lepas.

Baca juga: Sentimen Mereda, Siap-Siap IHSG Pekan Ini Berpotensi Rebound

"Hal ini guna mendorong inklusi keuangan sekaligus meningkatkan pemulihan ekonomi pasca pandemi di Indonesia, dengan terus menggerakkan kegiatan ekonomi di berbagai lapisan masyarakat," ungkap Sunu.

Semangat tersebut juga coba untuk didorong salah satu penyelenggara fintech lending yakni Taralite, bagian dari OVO Group dan Grab Indonesia. Literasi keuangan yang baik diyakini dapat mendorong akses pembiayaan modal usaha berbasis teknologi yang lebih berkualitas bagi kelompok unbanked dan underbanked di Indonesia.

Direktur Bisnis Taralite Vanessa Prasetyo menuturkan, Taralite mendukung upaya pemerintah untuk mempercepat tingkat literasi dan akses terhadap pendanaan produktif bagi masyarakat. Peningkatan akses ini terutama ditujukan kepada kelompok unbanked dan underbanked.

"Melalui layanan Taralite, yakni OVO Modal Usaha, kami telah melakukan penyaluran dana modal usaha ke ratusan ribu peminjam di Indonesia, termasuk para UMKM, sekaligus melakukan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan literasi finansial. Kami akan secara aktif berkolaborasi dengan regulator dan pelaku industri lainnya untuk mendorong literasi dan akses terhadap pendanaan produktif di Indonesia," kata Vanessa.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia