Jumat, 15 Mei 2026

Rilis Green Bond Rp 5 T, Bank Mandiri (BMRI) Genjot Penyaluran Kredit Hijau

Penulis : Nida Sahara
26 Mei 2023 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Gedung Bank Mandiri (Foto: IST)
Gedung Bank Mandiri (Foto: IST)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berkomitmen meningkatkan penyaluran kredit hijau ke depannya karena memiliki prospek yang bagus. Guna menyalurkan kredit hijau, perseroan menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan (green bond) dengan target indikatif Rp 5 triliun.

Penyaluran kredit hijau juga sebagai bentuk dukungan tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) dan target Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) menuju Net Zero Emission (NZE) yang digagas pemerintah Indonesia. Direktur Utama Bank Mandiri (BMRI) Darmawan Junaidi mengatakan, untuk mencapai NZE pendanaan yang dibutuhkan mencapai US$ 281 miliar yang didominasi oleh energi hijau dan transportasi bersih.

“Ke depan, Bank Mandiri tetap mengupayakan penyaluran kredit hijau terutama peluang pembiayaan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan sesuai roadmap transisi energi nasional dan kendaraan listrik, termasuk pertambangan nikel, hilirisasi dari tambang nikel, produksi baterai, SPKLU,” urai Darmawan dalam Public Expose PUB Green Bond Tahap I Tahun 2023, Selasa (23/5/2023).

ADVERTISEMENT

Bank Mandiri juga mendukung kapabilitas internal development yang akan dioptimalkan untuk mengajak masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan melakukan workshop dari industri berpengalaman, debitur, regulator, sehingga muncul inisiatif baru kredit hijau.

Rilis Green Bond Rp 5 T, Bank Mandiri (BMRI) Genjot Penyaluran Kredit Hijau
Darmawan Junaidi Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Perseroan melakukan penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan (Green Bond) Bank Mandiri Tahap I Tahun 2023 dengan target indikatif Rp 5 triliun. Penerbitan Green Bond ini adalah bagian dari target total sebesar Rp 10 triliun yang akan digunakan untuk membiayai atau membiayai kembali kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) sebagaimana diatur dalam POJK No.60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond).

Darmawan mengatakan, penerbitan obligasi ini merupakan salah satu inisiatif strategis untuk memperkuat struktur pendanaan dalam mendukung rencana ekspansi bisnis dalam kerangka implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Mandiri pada pilar Sustainable Banking.

“Penerbitan green bond merupakan salah satu inisiatif yang mempertegas konsistensi Bank Mandiri dalam penerapan keuangan berkelanjutan melalui pengembangan produk dan jasa keuangan berkelanjutan serta peningkatan portofolio green financing. Hal ini juga menjadi komitmen kami dalam mendukung pencapaian target NZE Indonesia pada 2060,” ujar Darmawan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia