Kamis, 14 Mei 2026

Musim Dividen, Simpanan Kakap Melambat

Penulis : Nida Sahara
18 Jun 2023 | 10:00 WIB
BAGIKAN
Uang rupiah tahun edisi 2022. (ist)
Uang rupiah tahun edisi 2022. (ist)

JAKARTA, investor.id – Industri perbankan mencatatkan simpanan dengan tiering nominal jumbo atau lebih dari Rp 5 miliar mencapai Rp 4.240 triliun pada April 2023, atau terkontraksi 1% secara bulanan (month to month/mtm). Perlambatan simpanan kelas kakap tersebut dinilai karena musim pembagian dividen, sehingga terjadi penarikan dana.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, kalau dilihat bulan April adalah moment seasonal. Sehingga, simpanan turun terutama pada golongan lebih dari Rp 5 miliar.

“Itu April banyak perusahaan bagi-bagi dividen, jadi dikeluarkan simpanan dari bank, dikasih ke investor. Biasanya investor asing yang terima dividen langsung ditransfer ke negara asal,” ujar Bhima kepada Investor Daily, dikutip Jumat, (16/6/2023).

Sehingga, secara seasonal memang simpanan kakap turun. “Setidaknya ada 13 emiten yang akan bagi-bagi dividen tunai sepanjang April 2023. Mulai dari bank jumbo seperti BMRI, BBRI, BBCA, BBNI, hingga emiten lainnya seperti ITMG, ROTI, dan SIDO,” sambung Bhima.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data distribusi simpanan yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per April 2023, menunjukkan bahwa simpanan dengan tiering nominal jumbo atau lebih dari Rp 5 miliar sebesar Rp 4.240 triliun, menurun dari bulan sebelumnya Rp 4.281 triliun. Nilai tersebut apabila dibandingkan dengan akhir 2022, simpanan nasabah tajir per April 2023 juga terkoreksi 3,2% (ytd). Meskipun, secara tahunan (year on year/yoy) masih menunjukkan pertumbuhan 10,4%.

Berdasarkan tiering simpanan, nominal simpanan terbesar terdapat pada tiering simpanan lebih dari Rp 5 miliar yang mencakup 52,6% total simpanan. “Kenaikan nominal simpanan terbesar terdapat pada tiering simpanan sampai dengan Rp 100 juta sebesar 2,4% (mtm), sedangkan penurunan pertumbuhan nominal simpanan terdalam terdapat pada tiering simpanan lebih dari Rp 5 miliar sebesar 1% (mtm),” tulis LPS dalam laporannya.

Adapun, total nominal simpanan bank umum per April 2023 mencapai Rp 8.057 triliun, naik 0,1% (mtm) atau tumbuh 6,5% (yoy). Melihat total simpanan tersebut, perbankan masih dibanjiri likuiditas, meski pertumbuhannya mulai melandai.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 26 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 56 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia