Jumat, 15 Mei 2026

DPR Setuju Pemberian PMN untuk LPEI sebesar Rp 5 Triliun

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Jul 2024 | 17:50 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memberikan keterangan pers terkait laporan Menkeu mengenai dugaan tindak pidana korupsi pada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di Kejaksaan Agung, Jakarta, belum lama ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memberikan keterangan pers terkait laporan Menkeu mengenai dugaan tindak pidana korupsi pada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di Kejaksaan Agung, Jakarta, belum lama ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah akan memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) tunai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 untuk Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank sebesar Rp 5 triliun. Angka ini lebih rendah dari yang sebelumnya diajukan pemerintah ke Komisi XI DPR yang sebesar Rp 10 triliun.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Dolfie Othniel Frederic Palit mengatakan pemberian PMN dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Dalam hal ini Komisi XI akan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit kinerja LPEI dan bisnis model yang baru guna memastikan keberlanjutan kinerja LPEI.

“Pemberian PMN dijalankan dengan prinsip-prinsip kehati-hatian, good corporate governance, dan tidak mengulang kesalahan pengelolaan,” ucap Dolfie dalam rapat kerja dengan Menteri Keuangan pada Rabu (3/7/2024).

ADVERTISEMENT

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemberian PMN tunai kepada LPEI dilakukan agar dapat melakukan penyehatan struktur keuangan. Apalagi LPEI juga berperan untuk membangun dan mendukung ekspor. Dia menekankan pemberian PMN dapat dilanjutkan selama LPEI dapat memastikan keberlanjutan kinerja perusahaan.

“Saya sangat mendukung dan setuju Komisi XI menyampaikan agar adanya audit kinerja model bisnis. Karena ini yang kami persyaratkan untuk mendapatkan PMN dan memastikan keberlanjutan kinerja LPEI,” kata Sri Mulyani.

Pihaknya meminta seluruh pihak untuk mengawasi kinerja LPEI agar menjadi lembaga untuk bisa mendukung ekspor Indonesia dengan tata kelola yang baik. Saat ini LPEI sedang menjadi sorotan publik karena ada pihak-pihak yang terindikasi melakukan kecurangan (fraud). “LPEI mengalami kerugian yang sekarang sedang dalam proses dengan aparat hukum bahkan sudah turun dari kejaksaan dari KPK, bahkan BPKP,” ucap Sri Mulyani.

Dia mengatakan nantinya setelah LPEI mendapatkan PMN, maka harus memberikan laporan setiap semester melalui rapat kerja langsung dengan Komisi XI DPR dengan melibatkan OJK, BPK, dan BPKP. Pengawasan itu akan meningkatkan kinerja LPEI secara efisien. Lantaran sebagai instansi pembiayaan, LPEI harus bekerja di industri keuangan yang sangat kompetitif.

Di sisi lain LPEI harus tetap hadir membantu eksportir terutama eksportir kecil untuk masuk ke pasar dunia. “Saya percaya suatu lembaga yang diawasi bersama-sama tentu bisa kita jaga sehingga dia bisa menjalankan misi,” teran Sri Mulyani.

Alasan DPR

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia