Minggu, 21 Juni 2026

Kredit UMKM Tumbuh 5,1%, Terendah Selama Tujuh Bulan

Penulis : Prisma Ardianto
23 Aug 2024 | 17:49 WIB
BAGIKAN
Perajin menyelesaikan pembuatan tenun lurik menggunakan alat tenun bukan mesin di Kurnia Lurik, Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/rwa)
Perajin menyelesaikan pembuatan tenun lurik menggunakan alat tenun bukan mesin di Kurnia Lurik, Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/rwa)

JAKARTA, investor.id – Kredit ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kemblai tumbuh melambat sampai dengan tujuh bulan tahun ini. Bahkan, pertumbuhan sebesar 5,1% pada Juli 2024 tercatat menjadi yang terendah.

Berdasarkan data Uang Beredar (M2) dari Bank Indonesia (BI), kredit UMKM pada Juli 2024 tercatat mencapai Rp 1.375,5 triliun. Angka ini memang masih mampu bertumbuh 5,1% secara tahunan (year on year/yoy).

Angka pertumbuhan kredit UMKM pada bulan ketujuh itu menjadi yang terendah. Hal tersebut juga menandai bahwa kredit UMKM terus tumbuh tapi punya kecenderungan terus melambat.

ADVERTISEMENT

Kredit UMKM pada periode Januari-Juli 2024 masing-masing bertumbuh sebesar 8,9%, 8,9%, 8,7%, 8,1%, 7,3%, 5,6%, dan 5,1. Angka-angka tersebut jauh tertinggal dari perkembangan total kredit perbankan.

Mengacu data yang sama, total kredit perbankan sampai dengan Juli 2024 masih bertumbuh di level double digit atau sebesar 11,6% (yoy) menjadi Rp 7.40,5 triliun. Pertumbuhan ini bahkan sedikit lebih baik dari bulan sebelumnya yang sebesar 11,4%.

Jika ditilik lebih lanjut, kredit perbankan sampai dengan paruh pertama tahun ini cenderung disokong dari golongan kredit korporasi. Kredit korporasi ini tercatat tumbuh dalam kisaran tinggi yakni 16,8% (yoy) menjadi sebesar 3.975,6 triliun.

Berdasarkan jenis penggunaan hingga Juni 2024, pertumbuhan didorong kredit investasi (KI) sebesar 14,0% menjadi Rp 1.984,9 triliun. Disusul kredit modal kerja (KMK) yang naik 10,8% menjadi Rp 3.337,6 triliun. Selanjutnya kredit konsumsi (KK) yang meningkat 10,6% menjadi Rp 2.108,1 triliun.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 3 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 4 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 4 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 4 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia