KPK Endus Kerugian Negara Kasus LPEI Senilai Rp 11,7 Triliun
Budi mengungkapkan, kredit pertama pada 2 Oktober 2015 sekitar Rp 297 miliar, lalu 19 Februari 2016 sekitar Rp 400 miliar, dan 14 September 2017 sekitar Rp 200 miliar. Padahal PT PE disebut tidak layak menerima kredit tersebut.
“Para direksi dari LPEI ini mengetahui bahwa current ratio PT PE di bawah 1 atau tepatnya 0,86, sehingga hal ini menyebabkan laba perusahaan PT PE sebagai sumber penambahan aset lancar tidak bertambah, sehingga akan mengalami kesulitan apabila melakukan pembayaran terhadap kredit yang diberikan LPEI. Singkatnya pendapatan dia lebih kecil daripada tanggungan yang harus ditanggung kepada LPEI,” ungkap Budi.
Selain itu, PT PE diduga memalsukan dokumen kontrak yang dijadikan dasar ketika mengajukan kredit ke LPEI. PT PE juga diduga memanfaatkan fasilitas kredit tidak sesuai dengan tujuan dan peruntukkan sebagaimana tercantum dalam perjanjian kredit dengan LPEI.
“KPK telah melakukan koordinasi dengan BPKP selaku penghitung kerugian negara dan dinyatakan bahwa kerugian keuangan negara yang sampai saat ini dihitung kurang lebih US$ 60 juta, khusus untuk PT PE. Sedangkan dari yang lainnya masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” ucap Budi.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler




