Jumat, 15 Mei 2026

OJK akan Merevisi Target Pembiayaan Multifinance

Penulis : Prisma Ardianto
18 Apr 2025 | 19:43 WIB
BAGIKAN
Sejumlah pengendara sepeda motor berhenti di lampu merah di jalan Serang-Jakarta, Kota Serang, Banten, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Sejumlah pengendara sepeda motor berhenti di lampu merah di jalan Serang-Jakarta, Kota Serang, Banten, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan meninjau ulang atau mereviu secara berkala target pertumbuhan pembiayaan multifinance, dengan menimbang kondisi perekonomian global dan domestik. Saat ini, target pertumbuhan pembiayaan multifinance ditetapkan sebesar 8-10% untuk tahun 2025.

Sebagai konteks, nilai piutang pembiayaan multifinance tumbuh 5,92% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 504,33 triliun pada Februari 2025. Pertumbuhan itu menegaskan pelambatan selama delapan bulan berturut-turut sejak Juli 2024.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK (KE PVML) OJK, Agusman menjelaskan bahwa perlambatan pertumbuhan pembiayaan itu disebabkan penurunan penjualan kendaraan di sektor industri otomotif.

ADVERTISEMENT

“Perlambatan pertumbuhan industri pembiayaan antara lain dikarenakan adanya penurunan penjualan kendaraan di industri otomotif yang merupakan salah satu objek pembiayaan terbesar di industri pembiayaan,” ungkap Agusman kepada wartawan, dikutip pada Jumat (18/4/2025).

Sebagai gambaran, perlambatan pertumbuhan dicatatkan salah satunya dari penyaluran pembiayaan pada kendaraan bermotor per Februari 2025 yang hanya bertumbuh 7,34% yoy menjadi sebesar Rp 355,31 triliun.

Pembiayaan kendaraan diperkirakan masih dapat bertumbuh positif pada tahun 2025 di tengah meningkatnya dinamika perekonomian, baik global maupun domestik.

OJK akan Merevisi Target Pembiayaan Multifinance
Ilustrasi: Investor Daily

Sebagai penopang adalah pembiayaan dari jenis kendaraan bekas. Hingga Februari 2025, jenis pembiayaan kendaraan bekas di multifinance tercatat mencapai 15,56% yoy menjadi sebesar Rp 117,06 triliun.

OJK memperkirakan pembiayaan kendaraan bekas juga masih dapat tumbuh secara positif pada tahun 2025, di tengah dinamika perekonomian akhir-akhir ini.

Niat Merevisi Target

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia