Kepercayaan Publik Penting untuk Pengembangan Industri Fintech
JAKARTA, investor.id –Kepercayaan publik penting bagi pengembangan industri fintech yang diproyeksikan dapat menyerap hingga 12 juta tenaga kerja Indonesia hingga 2030 serta memiliki potensi besar untuk mendorong ekonomi nasional bertumbuh hingga 8 persen per tahun.
“Digitalisasi sektor keuangan juga memainkan peran penting sebagai enabler dalam mendukung berbagai program prioritas pembangunan. Akselerasi transformasi digital diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Jumat (4/7/2025) di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta.
Diketahui, Kementerian PPN/Bappenas dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menggelar Forum Ekonomi & Keuangan Digital yang mengusung tema “Dari Strategi ke Eksekusi: Transformasi Digital Nasional dan Sinergi Ekosistem Usaha Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8%”. Forum ini menjadi ajang strategis bagi pelaku industri, regulator, dan asosiasi digital untuk membahas sinergi nyata ekosistem dalam mempercepat transformasi sektor riil melalui pemanfaatan inovasi teknologi.
Forum ini juga merupakan bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang menempatkan transformasi digital sebagai satu dari delapan prioritas pembangunan.
Kolaborasi lintas sektor melalui transformasi digital menjadi bagian tidak terpisahkan dalam RPJMN 2025-2029, termasuk percepatan industrialisasi, peningkatan ekonomi hijau dan biru berbasis data, penguatan pertumbuhan ekonomi kawasan perkotaan melalui digitalisasi, serta optimalisasi efektivitas belanja negara dengan tata kelola anggaran yang lebih transparan dan berbasis teknologi.
Ia mengatakan AFTECH dapat menjadi penghubung di antara banyaknya pelaku, konsumen, dan pemangku kepentingan dalam industri fintech untuk dapat saling percaya antara satu sama lain.
“Dengan perjalanan panjang, pengalaman masing-masing di antara kita (anggota AFTECH), maka kita bisa kembangkan itu,” ujar Rahmat.
Ketua Dewan Pengawas AFTECH Arsjad Rasjid juga menyatakan public trust dan trade trust merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh industri fintech saat ini.
Ia pun menekankan mengenai pentingnya integritas ekosistem untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi dan penggunaan digital yang tinggi dengan pelindungan terhadap konsumen.
Ia juga menyoroti perlunya memperkuat ketahanan siber dengan regulasi yang tegas, tapi tetap adaptif terhadap perkembangan industri.
“Nah, di sini termasuk memberantas praktek fintech yang ilegal, pelanggaran privasi data, dan lain-lain yang harus juga menjadi bagian daripada strategi nasional yang bisa dilakukan secara bersama,” ujar Arsjad Rasjid.
Akselerasi Transformasi Digital
Transformasi digital merupakan salah satu strategi utama mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen. Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar dan terus berkembang. Digitalisasi sektor keuangan juga memainkan peran penting sebagai enabler dalam mendukung berbagai program prioritas pembangunan.
“Akselerasi transformasi digital diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Menteri Rachmat Pambudy menyampaikan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan asosiasi menjadi sangat krusial untuk memastikan teknologi digital dapat menjangkau seluruh sektor prioritas pembangunan.
“Kami menyambut baik kolaborasi Kementerian PPN/Bappenas dan AFTECH melalui program Digital × Real Sector Launchpad sebagai langkah konkret yang mendukung RPJMN 2025-2029 dengan pendekatan inovatif dan berbasis dampak,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.
Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir menyampaikan forum ini merupakan tindak lanjut diskusi para asosiasi di ekosistem keuangan digital pada 21 Maret 2025. Forum ini menjadi titik temu penting untuk menyamakan pemahaman pelaku industri terhadap peran strategis transformasi digital sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi, khususnya menuju target 8 persen pada 2029.
Forum ini juga menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk memperkuat tata kelola yang akuntabel dan membangun ekosistem yang dapat diandalkan pelaku sektor riil karena kepercayaan menjadi fondasi utama.
“Meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem merupakan kunci mendorong dan memperkuat iklim investasi dalam ekosistem ekonomi dan keuangan digital. AFTECH menyambut baik kolaborasi dengan Kementerian PPN/Bappenas, yang diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas asosiasi dalam mendukung transformasi digital nasional,” ujar Pandu.
Momentum digitalisasi juga diarahkan untuk menjawab tantangan nyata di sektor riil, terutama keterbatasan akses pembiayaan, kesenjangan data, dan rendahnya konektivitas layanan keuangan digital dan pelaku usaha produktif.
Sebagai wujud nyata kolaborasi, AFTECH dan Kementerian PPN/Bappenas memperkenalkan Digital × Real Sector Launchpad, untuk menjembatani ekosistem ekonomi digital dengan kebutuhan sektor riil.
Program ini mengusung prinsip co-creation melalui tahapan identifikasi masalah, desain solusi, uji coba, hingga evaluasi berbasis data. Inisiatif ini selaras dengan RPJMN 2025–2029, yang menempatkan transformasi digital sebagai pilar strategis pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan.
Salah satu use case dari Digital x Real Sector Launchpad yang sekaligus menjadi bagian program kerja AFTECH adalah partisipasinya saat ini pada proyek digitalisasi koperasi susu sapi perah di Malang yang kemudian akan dilanjutkan dengan melibatkan penyelenggara fintech dari model bisnis alternative credit scoring, asuransi, pembiayaan serta financial planner.
“AFTECH mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kolaborasi berbasis problem-solving. Bukan sekadar wacana, tapi program kerja nyata yang menjawab tantangan sektor riil, dengan menjunjung tinggi inovasi yang bertanggung jawab, tata kelola yang baik, dan prinsip etis,” jelas Pandu.
Kemitraan Erat
Ketua Dewan Pengawas AFTECH Arsjad Rasjid menegaskan pencapaian target ekonomi bisa terwujud melalui kemitraan erat pemerintah dan pelaku usaha sebagai mesin ganda yang mendorong produktivitas sektor riil.
Arsjad mengusulkan empat langkah strategis kemitraan antara ekosistem keuangan digital dan Kementerian PPN/Bappenas, yaitu memperkuat infrastruktur digital, membangun interoperabilitas data lintas sektor, menyiapkan talenta lewat pelatihan dan kolaborasi pendidikan, serta menjaga integritas ekosistem melalui regulasi dan perlindungan konsumen.
“Keempat langkah tersebut, fondasi agar digitalisasi benar-benar menyentuh sektor riil dan berdampak langsung bagi masyarakat. Di tengah tekanan global, digitalisasi adalah peluang besar untuk mengejar pertumbuhan ekonomi target pertumbuhan ekonomi, dan diperlukan sinergi yang selaras antara seluruh pemangku kepentingan,” jelas Arsjad.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






