Kredit Macet Sektor Rumah Tangga Meningkat, Penyaluran Lesu
JAKARTA, investor.id – Kredit macet di sektor rumah tangga kembali meningkat pada Mei 2025. Bersamaan dengan hal itu, penyaluran kredit rumah tangga juga menunjukkan adanya tren perlambatan.
Mengacu data Bank Indonesia (BI), rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di sektor rumah tangga tercatat sebesar 2,43% pada Mei 2025. Meski masih relatif terjaga dalam kisaran yang memadai, angka itu sejatinya secara perlahan menunjukkan pemburukan dalam beberapa waktu belakangan.
NPL di sektor rumah tangga telah meningkat selama delapan bulan berturut-turut sejak tren dimulai pada Oktober 2025. Kala itu posisi NPL meningkat dari posisi 1,98% menjadi sebesar 2,00%.
Peningkatan kredit macet dicatatkan dari seluruh jenis kredit di sektor rumah tangga, seperti kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 3,17%, kredit kendaraan bermotor (KKB) 2,47%, kredit multiguna 1,70%, kredit peralatan rumah tangga 1,18%, kredit rumah tangga lainnya 2,31%, dan kartu kredit untuk kebutuhan rumah tangga 2,08%.
Adapun nominal, penyaluran kinerja kredit ke sektor rumah tangga tercatat tumbuh sebesar 9,03% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 1.882,9 triliun pada Mei 2025. Dengan demikian, NPL sebesar 2,43% mencerminkan nominal kredit macet sektor rumah tangga senilai Rp 45,75 triliun.
Di samping itu, pertumbuhan penyaluran kredit rumah tangga yang masih positif itu sebenarnya juga menjadi yang terendah di tahun ini. Hal tersebut menegaskan perlambatan pertumbuhan kredit selama empat bulan berturut-turut, sejak Februari 2025.
Fenomena di sektor rumah tangga selaras dengan tren kredit secara menyeluruh. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam laporannya mengemukakan bahwa NPL gross, NPL net, dan kredit berisiko (loan at risk/LAR) masing-masing berada di posisi 2,29%, 0,85%, dan 9,93%. Ketiga indikator risiko kredit tersebut bahkan menjadi yang tertinggi sejak Desember 2024, dengan rasio masing-masing 2,08%, 0,74%, dan 9,24%.
Baca Juga:
Risiko Kredit Macet MeningkatBersamaan dengan memburuknya kualitas kredit, pertumbuhan kredit perbankan pun melemah. Kredit perbankan nasional naik 8,43% yoy per Mei 2025 menjadi Rp 7.998 triliun, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 8,88% (yoy).
Sementara, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun menembus Rp 9.072 triliun atau naik 4,29% (yoy), membuat loan to deposit ratio (LDR) kembali merangkak naik ke 88,16% membuat likuiditas di bank kian tertekan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






