Jumat, 15 Mei 2026

10 Bulan Beroperasi, Satgas IASC Catat Kerugian Akibat Penipuan Capai Rp 4,6 T

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
19 Aug 2025 | 17:23 WIB
BAGIKAN
Satuan Tugas (Satgas) Indonesia Anti-Scam Center (IASC) dalam acara Kampanye Nasional Berantas Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal di Jakarta, Selasa (19/8/2025). (Foto: OJK)
Satuan Tugas (Satgas) Indonesia Anti-Scam Center (IASC) dalam acara Kampanye Nasional Berantas Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal di Jakarta, Selasa (19/8/2025). (Foto: OJK)

JAKARTA, investor.id – Satuan Tugas (Satgas) Indonesia Anti-Scam Center (IASC) yang dibentuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat penipuan digital dan aktivitas keuangan ilegal telah mencapai Rp 4,6 triliun. Angka fantastis ini terhimpun hanya dalam waktu 10 bulan, terhitung sejak IASC berdiri pada November 2024 hingga 17 Agustus 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa angka kerugian ini sangat memprihatinkan.

“Dari mulai November tahun lalu kami buka, sudah ada Rp 4,6 triliun rupiah total kerugian yang diadukan oleh masyarakat kita,” ujar Friderica di dalam acara ‘Kampanye Nasional Berantas Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal’ di Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Sebelum IASC dibentuk, nilai kerugian akibat penipuan diperkirakan Rp 2 triliun. Namun, data yang terekam sejak pusat pelaporan ini beroperasi menunjukkan peningkatan yang drastis.

ADVERTISEMENT

Laporan yang masuk ke IASC juga sangat masif, yaitu antara 700 hingga 800 aduan per hari. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan negara lain seperti Singapura (140-150 laporan), Hong Kong (124), atau Malaysia (130).

“Ini baru awal, bahkan belum semua masyarakat tahu cara mengadu. Angka ini sudah sangat besar,” kata Friderica.

Secara total, IASC telah menerima 225.281 laporan, termasuk 359.733 rekening yang dilaporkan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 72.145 rekening yang dilaporkan berhasil diblokir.

Friderica menyebut, dana korban biasanya dilarikan melalui sistem multilayer dengan berbagai skema, mulai dari rekening bank, akun virtual, e-wallet, hingga aset kripto. Ia berharap masyarakat semakin aktif melapor agar upaya pemberantasan penipuan keuangan bisa berjalan lebih optimal. OJK juga akan terus memperkuat peran pengawasan dan perlindungan konsumen.

“OJK akan terus memperkuat peran pengawasan sekaligus memastikan perlindungan masyarakat. Kami berharap masyarakat semakin aktif melapor agar upaya pemberantasan penipuan keuangan bisa berjalan lebih optimal,” tegas Friderica.

Di samping itu, OJK juga telah mengeluarkan 86 peringatan tertulis kepada 72 PUJK, 13 instruksi tertulis kepada 13 PUJK, serta 23 sanksi denda terhadap 22 PUJK. OJK juga memperkuat koordinasi dengan Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan penindakan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia