Haji dan Emas Topang Laba BSI (BRIS) Naik 10,2%
JAKARTA, investor.id - Di tengah perlambatan kinerja industri perbankan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada semester I-2025 membukukan laba bersih sebesar Rp 3,74 triliun, tumbuh tinggi 10,21% secara tahunan (year on year/yoy).
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, total aset bank bersandi saham BRIS ini juga tumbuh dua digit 10,97% (yoy) menjadi Rp 401 triliun. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,83% (yoy) atau senilai Rp 323 triliun, dengan pembiayaan tumbuh tinggi 13,93% (yoy) menjadi Rp 293 triliun.
Dengan pertumbuhan kinerja yang tinggi, BSI masih mampu menjaga kualitas pembiayaannya, terlihat dari non performing financing (NPF) gross di level 1,87% pada semester I-2025, membaik 0,12% (yoy).
“Tentu saja pertumbuhan ini didukung oleh unique syariah product, yaitu tabungan haji dan bisnis emas,” jelas Anggoro dalam konferensi pers, Senin (22/9/2025).
Dia menyebut, potensi masyarakat muslim Indonesia yang sekitar 240 juta, terdapat 21 juta masyarakat yang mampu untuk berangkat haji. Dari potensi 21 juta yang mampu, baru 11,9 juta orang yang memiliki tabungan haji. Artinya, masih ada sekitar 9,1 juta lagi yang belum memiliki tabungan haji.
Dari total keberangkatan 203 ribu jemaah haji asal Indonesia, 84% di antaranya merupakan nasabah BSI. Anggoro menilai ini sebagai kabar baik, lantaran BSI memang memastikan para nasabah mempersiapkan dirinya dengan baik untuk bisa naik haji. Salah satunya adalah mendorong nasabah untuk punya tabungan emas, supaya bisa memiliki tabungan yang nilainya juga ikut meningkat.
Tabungan haji dan bisnis emas ini selalu berdampingan mendorong pertumbuhan bisnis BSI. Di mana, pada semester I-2025, tabungan haji di BSI tercatat 6,2 juta naik 18% (yoy) dengan outstanding Rp 14,2 triliun, tumbuh 14,1% (yoy).
“Ini salah satu produk yang memang kami fokuskan, kami dorong karena bagian dari unique syariah product. Yang kedua, engine kami yang kami dorong kuat adalah layanan bisnis emas,” imbuh Anggoro.
Editor: Nida Sahara
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler






