Kamis, 14 Mei 2026

Haji dan Emas Topang Laba BSI (BRIS) Naik 10,2%

Penulis : Nida Sahara
22 Sep 2025 | 14:05 WIB
BAGIKAN
Seorang model menunjukkan replika emas batangan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRI) atau BSI saat peluncuran BSI Gold di Jakarta, Kamis (28/11/2024). (ANTARA FOTO/Fauzan)
Seorang model menunjukkan replika emas batangan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRI) atau BSI saat peluncuran BSI Gold di Jakarta, Kamis (28/11/2024). (ANTARA FOTO/Fauzan)

JAKARTA, investor.id - Di tengah perlambatan kinerja industri perbankan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada semester I-2025 membukukan laba bersih sebesar Rp 3,74 triliun, tumbuh tinggi 10,21% secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, total aset bank bersandi saham BRIS ini juga tumbuh dua digit 10,97% (yoy) menjadi Rp 401 triliun. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,83% (yoy) atau senilai Rp 323 triliun, dengan pembiayaan tumbuh tinggi 13,93% (yoy) menjadi Rp 293 triliun.

Dengan pertumbuhan kinerja yang tinggi, BSI masih mampu menjaga kualitas pembiayaannya, terlihat dari non performing financing (NPF) gross di level 1,87% pada semester I-2025, membaik 0,12% (yoy).

ADVERTISEMENT

“Tentu saja pertumbuhan ini didukung oleh unique syariah product, yaitu tabungan haji dan bisnis emas,” jelas Anggoro dalam konferensi pers, Senin (22/9/2025).

Dia menyebut, potensi masyarakat muslim Indonesia yang sekitar 240 juta, terdapat 21 juta masyarakat yang mampu untuk berangkat haji. Dari potensi 21 juta yang mampu, baru 11,9 juta orang yang memiliki tabungan haji. Artinya, masih ada sekitar 9,1 juta lagi yang belum memiliki tabungan haji.

Dari total keberangkatan 203 ribu jemaah haji asal Indonesia, 84% di antaranya merupakan nasabah BSI. Anggoro menilai ini sebagai kabar baik, lantaran BSI memang memastikan para nasabah mempersiapkan dirinya dengan baik untuk bisa naik haji. Salah satunya adalah mendorong nasabah untuk punya tabungan emas, supaya bisa memiliki tabungan yang nilainya juga ikut meningkat.

Tabungan haji dan bisnis emas ini selalu berdampingan mendorong pertumbuhan bisnis BSI. Di mana, pada semester I-2025, tabungan haji di BSI tercatat 6,2 juta naik 18% (yoy) dengan outstanding Rp 14,2 triliun, tumbuh 14,1% (yoy).

“Ini salah satu produk yang memang kami fokuskan, kami dorong karena bagian dari unique syariah product. Yang kedua, engine kami yang kami dorong kuat adalah layanan bisnis emas,” imbuh Anggoro.

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 41 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia