Kamis, 14 Mei 2026

Pemkab Buleleng Ancam Tutup Toko Jual Miras

Penulis : ah
27 Apr 2015 | 13:07 WIB
BAGIKAN

SINGARAJA- Pemerintah Kabupaten Buleleng mengimbau pemilik toko modern dan toko-toko lainnya di Bali utara tidak lagi memasarkan minuman keras (miras) jenis alkohol golongan A.

"Jika masih ada pemilik toko dan minimarket yang membandel akan dikenakan sanksi tegas yang berujung pada penutupan toko bersangkutan," kata Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng Made Arnika di Singaraja, Senin.

Ia mengatakan, hal itu sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Pihaknya mempertegas bahwa di dalam peraturan itu, minimarket diminta tak lagi memajang minuman keras jenis alkohol golongan A segala merek, baik terang-terangan maupun secara diam-diam.

"Sanksi terberatnya, kami bisa kasih rekomendasi untuk pencabutan izin usahanya. Tidak hanya itu, kami bisa laporkan juga nanti ke pihak berwajib," kata Arnika.

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi hampir ke seluruh kecamatan di Buleleng mengenai Permendag Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tersebut.

Ia mengharapkan peraturan tersebut dapat diikuti dengan seksama oleh semua kalangan masyarakat, baik penjual maupun konsumen. (ant/gor)

ADVERTISEMENT

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 33 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 44 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia