Kamis, 14 Mei 2026

Pusri akan Bangun 2 Pabrik di Jatim

Penulis : Antara
21 Jun 2011 | 12:56 WIB
BAGIKAN

JAKARTA-PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) Persero berencana membangun dua pabrik besar di Jawa Timur, dengan kapasitas dua juta ton per tahun, untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea provinsi tersebut, di samping Jawa Tengah.

"Saat ini kebutuhan pupuk urea untuk Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng) masih sebagian besar atau sekitar 1,8 juta ton dipasok dari Kalimantan Timur dan Palembang," kata Dirut PT Pusri Persero Arifin Tasrif di Jakarta, Selasa.

Dua pabrik baru tersebut, lanjut dia, rencananya akan dibangun di Gresik, lokasi pabrik pupuk PT Petrokimia Gresik, dan Cepu. "Jadi satu pabrik dibangun dekat dengan sumber gas," ujar Arifin.

Pihaknya berencana membangun dua pabrik dengan kapasitas masing-masing sekitar satu juta ton urea per tahun atau sama dengan pabrik terbesar, Kaltim V, yang akan dibangun PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) pada Juli 2011 di Bontang.

"Kami perkirakan dengan adanya pabrik baru itu kelak, kami bisa menghemat produksi US$50 juta per tahun, serta biaya pengapalan dari Kaltim dan Palembang. Selain itu, ada kapastian pasokan pupuk untuk petani di Jatim dan Jateng karena tidak ada lagi hambatan pengiriman akibat ombak tinggi dan cuaca buruk," kata Arifin.

Ia mengatakan pembangunan pabrik pupuk tersebut juga perlu untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan pupuk seiring dengan kenaikan populasi penduduk peningkatan produksi pangan.

"Kita harus melakukan antisipasi jangka panjang. Pabrik baru itu juga kelak bisa mengantisipasi pabrik pupuk yang sudah tua," katanya.

Pabrik yang sudah tua, kata dia, sampai masa berakhir operasinya, bisa dimanfaatkan untuk ekspor, sedang pabrik baru untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Menanggapi pertanyaan mengapa pembangunan pabrik baru justru di Jawa, bukan di luar Jawa, Arifin mengatakan peluang dan nilai strategisnya ada di Jawa. "Jawa masih memiliki pasokan gas dan jumlah penduduknya padat, dan area sawahnya besar," katanya.

Oleh karena itu, ia mengharapkan pemerintah memprioritaskan pasokan gas untuk pabrik pupuk yang memakai gas untuk bahan baku.

"Kalau untuk energi bisa gunakan yang lain seperti batubara dan panas bumi. Namun untuk pabrik pupuk, gas merupakan bahan baku. Jadi mohon prioritaskan gas untuk industri pupuk guna menopang ketahanan pangan," katanya. (gor/ant)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia